HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Irwandi Minta Usut Penembakan Rumah Cagub

1

HARIANACEH.co.id, TAPAKTUAN — Calon Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf meminta pihak kepolisian untuk mengusut kasus penembakan rumah salah satu calon gubernur yang terjadi di Banda Aceh, Rabu (16/11), karena teror tersebut bisa mengancam pelaksanaan Pilkada secara damai.

“Untuk menghindari fitnah, kami meminta kepada Polda Aceh segera mengusut kasus ini sampai tuntas,” katanya kepada wartawan seusai melantik tim relawan sekaligus berkampanye di Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, Jumat (18/11).

Mantan Gubernur Aceh ini menyatakan hal itu terkait aksi penembakan rumah pribadi calon Gubernur Aceh nomor urut 1, H Tarmizi A Karim di Banda Aceh.

Dia menegaskan, satu-satunya cara agar persoalan tersebut tidak menjadi fitnah yang dapat merugikan pihak-pihak tertentu, maka aparat keamanan harus mampu mengungkap kasus tindak kriminal murni tersebut.

“Tentu pelakunya harus ditangkap sehingga jelas motif kejadian tersebut,” pintanya.

Irwandi berharap aksi pembunuhan, pengancaman dan teror yang dialami pihaknya pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tahun 2012 tidak terulang kembali pada Pilkada tahun 2017.

Sebab, ujarnya, siapapun calon gubernur yang maju pada Pilkada 2012 termasuk dirinya yang berstatus incumbent saat itu, tidak akan mampu memenangkan kompetisi yang penuh dengan praktek Pilkada haram.

Dalam pertarungan pesta demokrasi Pilkada serentak tahun 2017, kata Irwandi, pihaknya tetap berkomitmen akan mewujudkan Pilkada Halal, sebab jika praktek Pilkada Haram dilegalkan maka penghasilan yang diperoleh kemudian dibawa pulang ke rumah untuk dimakan anak dan istri juga haram.

“Bahkan selain penghasilan yang kita peroleh lalu dimakan anak istri haram juga program-program yang kita rencanakan juga tidak akan sukses atau tidak akan berhasil, sebab karena proses mendapatkan jabatan itu secara haram, maka hasilnya pun juga haram,” ujarnya.

Karena itu, Irwandi mengajak seluruh relawan dan tim suksesnya agar secara bersama-sama melakukan kerja-kerja politik untuk memenangkan dirinya pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tahun 2017 secara halal.

“Terkait hal ini saya tekankan secara serius kepada pendukung dan tim sukses saya. Jika ada dari mereka yang tidak mengindahkan ajakan dan seruan yang baik ini maka lebih baik mereka keluar saja,” tegas Irwandi.

Irwandi mengatakan pilihannya maju kembali pada Pilkada 2017 beranjak dari panggilan jiwa karena merasa prihatin melihat kondisi perekonomian masyarakat Aceh terus merosot sejak lima tahun terakhir.

“Sebenarnya pada hari ini saya tidak perlu lagi berdiri didepan saudara-saudara semua, karena sudah saatnya saya beristirahat memberi kesempatan pada orang lain, kecuali pada situasi emergensi tertentu yang membutuhkan kehadiran saya sebagai mantan Gubernur,” katanya.

Tapi, lanjut dia, ketika melihat kondisi perekonomian masyarakat yang terus merosot , maka dirinya merasa terpanggil lagi untuk mencalonkan diri.

Pada kesempatan itu, Irwandi yang berpasangan Nova Irinsyah itu mengajak ribuan ibu-ibu di Kabupaten Aceh Selatan yang memadati lokasi kampanye terbuka di Lapangan Sepak Bola, Kecamatan Samadua, untuk memilih dirinya pada Pilkada 2017.[]

loading...