HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Indonesia Police Watch: Kredibilitas Penyidik Polri dan KPK Dipertanyakan

1

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Kasus penangkapan dua perwira Polri, Brotoseno dan DSY membuat publik mempertanyakan kredibilitas penyidik Polri dan penyidik Polri yang ditempatkan di KPK.

“Brotoseno harus segera dipecat dari Polri dan dijatuhi hukuman berat agar ada efek jera, dan para penyidik Polri eks KPK maupun yang masih di KPK, tidak mengikuti ulah Brotoseno yang bermain-mata dalam perkara yang sedang ditangani,” demikian pernyataan tertulis dari Indonesia Police Watch yang keluarkan hari ini.

Pekan lalu polisi telah mnciduk anggota mereka bernama Brotoseno dan DSY, karena diduga terlibat suap dalam kasus cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat senilai senilai Rp 2,9 miliar. Tapi pengumuman penangkapan mereka baru disampaikan dua hari yang lalu.

Menurut keterangan polisi, dua perwira menengah yang masing-masing berpangkat ajun komisaris besar dan komisaris itu, diduga terlibat untuk memperlambat proses penyidikan yang melibatkan mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Selain menangkap Brotoseno dan DSY, polisi juga menangkap LMB dan Wakil Ketua Umum Peradi, Harris Arthur. Harris adalah pengacara Dahlan Iskan dan Brotoseno sejauh ini dikenal pernah menjadi penyidik di KPK.

Indonesia Police Wacth mengharapkan Polri transparan dalam kasus Brotoseno ini.Polri juga perlu menggali, sejak kapan Brotoseno berulah,bermain mata dengan tersangka, dan menerima suap.

“Penelusuran ini perlu dilakukan agar Polri dan KPK bisa mengevaluasi dan mencermati kinerja para penyidik kepolisian di KPK, agar kredibilitas dan marwah KPK maupun para penyidiknya tetap terjaga.”

loading...