HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kemendag Bersikap Hati-hati Soal Kebijakan Ekspor Teh

3

HARIANACEH.co.id, JAKARTA — Pasca kemenangan Donald John Trump dalam Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) membuat Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersikap hati-hati soal ekspor teh ke negara adidaya tersebut. Sebab dalam kampanyenya, Trump bakal menerapkan kebijakan yang proteksionis terhadap perdagangan terbuka.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Dody Edward menambahkan, selain bersikap hati-hati dan menunggu kebijakan sebenarnya dari Trump, pihaknya juga bakal melakukan upaya komprehensif untuk mendorong ekspor teh ke negeri Paman Sam tersebut.

“Saya kira kita harus sikapi hati-hati (potensi ekspor teh ke AS usai terpilihnya Trump). Upaya komprehensif juga diperlukan karena teh itu tidak bisa digantikan dengan produk yang lain,” ujar Dody di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016).

Dia menyebut bahwa AS merupakan pasar ekpor teh Indonesia terbesar ketujuh. Pada periode Januari-September 2016, nilai ekspor teh Indonesia ke AS sebanyak USD4,9 juta atau turun 5,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD5,2 juta.

Di sisi lain, Kemendag juga terus berupaya untuk mendongkrak ekspor teh ke negara lain. Pada 2016 ini, selain AS, ada sembilan negara pengimpor teh Indonesia terbesar lainnya yang masih bisa dikembangkan. Diantaranya Rusia, Malaysia, Pakistan, Australia, Jerman, Tiongkok, Polandia, Taiwan, dan Inggris.

Kemendag juga akan menyasar negara-negara tradisional seperti Timur Tengah untuk menggonjot ekspor teh. Terutama ke negara-negara yang memiliki adat dan kebiasaan menggunakan teh seperti Iran dan Turki.

“Dalam waktu dekat atau panjang, ekspor kita ke AS dan negara lain juga tetep berlanjut. Untuk itu kita lakukan berbagai upaya seperti promosi dan pengembangan produk sehingga produk teh kita semakin ajek (bertahan),” tutup Dody.[]

loading...