HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Melalui Konferensi Pers, Polresta Banda Aceh Ungkap Kasus Kriminal

2

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Polresta Banda Aceh gelar Konferensi Pers terkait kasus tindak kriminal yang terjadi di Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Beberapa Kapolsek dari satuan Sektor Ulee Kareng, Krueng Barona Jaya, Ingin Jaya dan Krueng Raya, memberikan seputar informasi tentang penangkapan belasan tersangka kasus pencurian dan kasus kriminal lainnya, Minggu (20/11/2016).

Hal ini langsung disampaikan oleh masing-masing Kapolsek setempat yang telah terjadi tindak kriminal. Dari berbagai kasus yang telah terjadi pada kasus pencurian serta pemerasan yang dilakukan oleh tersangka. Kapolsek Syiah Kuala AKP. Hendri menjelaskan tentang kasus pencurian yang dilakukan oleh tersangka berinisial D bersama rekannya ZK di Desa Rukoh. Mereka berhasil mencuri laptop dan printer, selanjutnya berlangsung di Desa Ie Masen Kayee Adang mereka mencuri dua kamera jenis Nikon, Handphone dan jam tangan 2 unit.

Kapolsek Syiah Kuala Akp. Hendri memperlihatkan barang bukti saat konferensi pers. (HARIANACEH.co.id/R. Denny)
Kapolsek Syiah Kuala Akp. Hendri memperlihatkan barang bukti saat konferensi pers. (HARIANACEH.co.id/R. Denny)

“Motifnya yang pertama mereka ketuk pintu rumah dulu, setelah tidak ada sahutan dari dalam, mereka langsung kebelakang congkel rumah, baik pakai linggis ataupun sekop. Kejadiannya rata-rata pada siang hari, bukan malam hari,” jelas Hendri.

Sebelum melakukan aksi mereka melakukan pengintaian, karena modus mereka seperti itu. Modusnya ada yang berpura-pura memotong rumput di sekitar TKP, ada yang berpura-pura ketuk rumah untuk mencari rumah kos dan ada yang bertanya tentang rumah kawannya. Apabila tak ada sahutan maka mereka beraksi.

Hendri juga menambahkan, ”Saat melakukan aksi mereka lakukan berdua, satu perannya sebagai yang ketuk pintu, yang satunya lagi beraksi buka pintu, setelah pintu terbuka, mereka masuk bersamaan. Kalau ada dua kamar, berarti satu kamar kiri dan satunya di kamar kanan. Tersangka di Darussalam dan Syiah Kuala orangnya sama. Mereka sudah sering beraksi, dari tahun-tahun lalu,” ujarnya.

Kemudian dengan tindak kriminal yang hampir sama, Kapolsek Krueng Raya menjelaskan ada 2 kasus kriminal yang terjadi di wilayah sekitar seperti pencurian dan pemerasan. Akp. Agus S selaku Kapolsek Krueng Raya mengatakan, ”Telah terjadi tindak kriminal di daerah Pasir Putih Krueng Raya dengan modus tuduhan terhadap sepasang muda-mudi melakukan mesum. Dan merampas harta benda serta melakukan pemerasan terhadap korban.”

“Jadi korban diancam dan ditangkap sama tersangka, dan di tuduh telah berbuat hal yang tidak senonoh di kampung kami, kemudian diperas, diambil uangnya lalu diminta hpnya. Kalau gak ada uang, diambil hpnya, kemudian di tebus dengan uang. Yang namanya masyarakat muda-mudi itu kan takut, dan mereka melapor,” jelas Agus.

Kemudian dalam kasus kedua terjadi tindak pencurian yang dilakukan oleh dua tersangka. Polsek Krueng Raya menangkap satu orang tersangka dan satu lagi telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). ”Kita sudah ada ciri-ciri pelaku dan sudah dikembangkan kasusnya,” kata Agus di Konferensi Pers.

Tersangka tersebut mencuri mesin alat penyedot air tambak di salah satu sekolah menengah di Ladong untuk dijual. “Alat ini sempat dijual kepada masyarakat, dikira ini model sedot air biasa, ternyata harganya mahal, lalu masyarakat lapor ke polisi, kemudian kita kembangkan kasus ini dan ternyata benar ini yang kehilangan.”

Satu tersangka yang telah di tangkap oleh Polsek Krueng Raya berstatus sebagai pekerja buruh dan berusia 35 tahun.

Kapolsek Krueng Raya Akp. Agus S memperlihatkan barang bukti kasus pemerasan dan pengancaman. (HARIANACEH.co.id/R. Denny)
Kapolsek Krueng Raya Akp. Agus S memperlihatkan barang bukti kasus pemerasan dan pengancaman. (HARIANACEH.co.id/R. Denny)

Selanjutnya kasus tindak kriminal juga terjadi di daerah Ingin Jaya Kab. Aceh Besar. Polsek dari sektor Ingin Jaya menangkap 2 pelaku pencurian, satu pencurian sepeda motor dan pencurian di dalam rumah. “Kejadiannya di Lambaro pada saat pemilik ruko memarkir kendaraan dan lupa mengambil kunci dan sedang mengambil berkas di fotokopi, dan kembali keluar kendaraannya sudah tidak ada,” jelas Kapolsek Ingin Jaya AKP. Fitra.

Kemudian satu tersangka pencurian ditangkap oleh Polsek Ingin Jaya saat sedang melakukan pencurian salah satu rumah di daerah Blang Bintang Kab. Aceh Besar dan berhasil mencuri dua telepon genggam. Latar belakang seorang pelaku yang mencuri didalam rumah adalah seorang tukang bangunan.

Seorang pencuri tersebut melakukan aksinya pada pukul dua pagi saat orang yang didalam rumah sudah tidur.  Pemilik rumah langsung melapor ke Polsek Ingin Jaya, dan satuan dari polsek tersebut langsung menuju ke lokasi.

Polsek AKP. Fitra mengatakan, “Pemilik rumah melapor, dan kita punya pos di blang bintang dan langsung kita tangkap.”

Ternyata saat melakukan pencarian, Tersangka tertidur diatas loteng pemilik rumah yang ia masuk. “Kebetulan dia naas karena ketiduran di atap rumah orang, kemudian ditangkap dan dibawa ke polsek,” jelas AKP. Fitra.

Kapolsek Ingin Jaya Kab. Aceh Besar, memberikan keterangan dari delapan kasus pencurian hanya ada satu laporan yang diterima dan berhasil ditangkap.

Kasus pencurian juga terjadi di daerah Ulee Kareng, menurut penjelasan dari Akp. Immarsal selaku Kapolsek Ulee Kareng mengatakan, “Kasus pencurian dilakukan pada malam hari, berinisial SF warga pidie, yang tertangkap 13 November 2016, pukul 01.00 WIB, kemudian bersangkutan melakukan pencurian berupa dua laptop, setengah mayam emas, di Ulee Kareng di Sekolah MIN.”

SF ditangkap di rumahnya. Kejadian tersebut pada tanggal 4 November 2016, pukul 03.00 WIB, hari minggu, namun pelaksanaan pencurian hari jumat yang dilakukan oleh tersangka.[]

Editor: ipuL Hayat

loading...