HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pertumbuhan Ekonomi Perlu Didukung Dengan Kebijakan Terbuka

2

HARIANACEH.co.id, JAKARTA — KTT APEC sebagai forum ekonomi utama Asia Pasifik kali ini mendapatkan sorotan tersendiri oleh dunia. Bahkan, KTT APEC menjadi harapan besar bagi masyarakat internasional untuk memimpin dunia keluar dari stagnasi pertumbuhan ekonomi dan melewati berbagai tantangan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, dan proteksionisme.

Dalam KTT APEC ke-24 yang berlangsung di Lima, Peru, 19–20 November 2016 ini, Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Jusuf Kalla memimpin delegasi Indonesia dalam forum konsultasi antara 21 pemimpin ekonomi APEC yang menguasai 39 persen penduduk dunia, 60 persen ekonomi dunia dan 46 persen perdagangan dunia,

“Perdagangan, investasi, dan konektivitas merupakan kunci pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik. Untuk itu harus didukung dengan kebijakan yang terbuka dan inklusif,” tegas Jusuf Kalla, di hadapan para pemimpin APEC, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri, Senin (21/11/2016).

Pertemuan dengan tema ‘Quality Growth and Human Capital’ ini sangat penting bagi Indonesia untuk dapat turut berperan dalam membentuk kebijakan ekonomi regional yang selaras dengan kepentingan nasional dan regional, serta meyakinkan pasar bahwa perekonomian Indonesia memiliki fundamental yang kuat dan kondusif.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (Antara Foto/Hafidz Mubarak A)
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Antara Foto/Hafidz Mubarak A)

Dalam intervensinya, Indonesia sebagai salah satu dari 10 negara yang paling maju dalam Ease of Doing Business (EoDB) berdasarkan laporan Bank Dunia; ‘Doing Business 2017’, mempertegas komitmennya untuk mempermudah perdagangan dan investasi, dan mendukung inisiatif APEC Trade Facilitation untuk meningkatkan EoDB sebesar 10 persen pada 2018.

“Namun bagi Indonesia EoDB di APEC juga berarti memberikan kemudahan akses pasar bagi komoditas yang berkontribusi pada pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan,” ujar Jusuf Kalla.

Wapres juga mendorong kerja sama riset dan pengembangan, diseminasi teknologi, meningkatkan partisipasi petani dan nelayan kecil di jaringan produksi global, dan promosi pengelolaan efektif bagi ekosistem kelautan dan perikanan. Serta mengajak ekonomi APEC untuk memimpin pertumbuhan berkelanjutan dunia dan penggerak mengatasi dampak perubahan iklim.[]

loading...