HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Malam Ini ‘Kohler’ Hidup Kembali

1

Oleh: Muhammad Rain[1]

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Teater adalah suatu kesatuan yang diciptakan secara kolektif oleh aktor, penulis naskah, sutradara dengan dibantu tim artistik dan tim produksi, gedung pertunjukan dan tentu juga oleh penonton. Karenanya, kerjasama tim selalu utama pada pertunjukan teater yang hendak digarap serius.

Bagi Teater Nol, dengan produksi pementasan mereka yang ke-57 kali ini menggarap naskah fenomena sejarah Aceh dengan judul “Kohler: Matinya Jenderal di Tanah Rencong” juga merupakan satu rangkaian kerjasama tim yang patut disimak seksama, akan segera berlangsung pada Jumat, 25 November 2016.

Naskah yang ditulis oleh Zahra Nurul Liza seorang mahasiswi Pascasarjana Unsyiah berjudul “Kohler” tersebut telah melahirkan satu tantangan tersendiri bagi para aktor Teater Nol untuk memainkannya sebanyak dua kali pentas, yaitu pada Jumat (25/11) pukul 16:00 WIB s.d. selesai). Lalu dipentaskan kembali pukul 20:00 WIB s.d. selesai di Taman Seni dan Budaya, Banda Aceh.

Semua itu merupakan program Pemerintah melalui UPTD TSBA untuk memberikan satu upaya serius pemerintah dalam memperhatikan dunia seni yang berkembang di provinsi Aceh khususnya teater.

Para aktor (Radius, Muna, Kurnia, Mita, Fitria) melalui hasil kerja sutradara Dody Resmal telah melaksanakan proses akhir menuju pementasan, upaya mentransformasikan struktur naskah “Kohler” menjadi tekstur panggung bernuansa sejarah Aceh terkait perjuangan bangsa Aceh dalam menghadapi emperialisme Belanda sebagai satu langkah penafsiran atas penokohan Kohler yang akhirnya dikisahkan tewas di tangan pejuang Aceh patut mendapatkan satu apresiasi atas kerja para seniman dari UKM Universitas Syiah Kuala, kampus yang sering dilabel jantung hati rakyat Aceh tersebut.

Perhatian seniman terhadap nilai-nilai sejarah yang terwakilkan juga lewat pementasan “Kohler” sepatutnya dirangkai juga dengan animo masyarakat Aceh secara khusus serta Indonesia secara umum untuk menumbuhkan terus-menerus nilai patriotisme dalam memperjuangkan bangsa dan wilayah yang menghargai jasa para pahlawan demi melestarikan sejarah penuh deru dan liku sepanjang masa.

Lina Sundana selaku pimpinan produksi “Kohler” dalam berbagai kesempatan jelang pementasan menyampaikan seruan dan ajakan bagi segenap penikmat seni teater di Banda Aceh maupun luar ibu kota agar dapat memanfaatkan pertunjukan kali ini untuk mengenang takluknya satu Jenderal Belanda di tangan bangsa Aceh.

Aceh terus saja melawan dengan merelakan segenap jiwa dan raga demi menjaga tanoh endatu, menjaga cikal bakal sebuah kawasan yang pernah menjadi pusat peradaban di benua Asia yakni Aceh Darussalam. Dengan tewasnya Kohler, penindasan kaum penjajah kian tertekan. Mestinya, momentum pertunjukan ini dapat menjadi satu pendidikan kesejarahan bagi generasi muda untuk mengenal seperti apa kegigihan nenek moyang mereka di masa perang dunia berkecamuk.

Mengingat nilai yang kaya dari sisi sejarah dan pendidikan karakter yang dikemas lewat pementasan “Kohler”, Lina mengajak seluruh kalangan di lembaga pendidikan baik dosen, guru, siswa dan mahasiswa agar berhadir memenuhi satu perhelatan teater.

Lina juga menyampaikan pada sesi sore hari akan ada dialog interaktif, para penonton boleh bertanya langsung dengan seluruh tim produksi “Kohler”. “Ini adalah upaya pendidikan seni teater yang dikemas untuk para penonton dari kalangan pelajar maupun mahasiswa,” katanya.

Editor: Eko Densa


CATATAN KAKI:
  1. Pengamat seni budaya, peneliti juga pengajar Bahasa dan Sastra Indonesia
loading...