HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pengoperasian Pembangkit Listrik PT KKA Sebesar 20 MW

1

HARIANACEH.co.id, ACEH UTARA – Peresmian dalam rangka pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) oleh Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN yang diwakili oleh Asisten Deputi Restrukturisasi BUMN & PPKNM, Khairiah, berlangsung di Komplek Pabrik PT Kertas Kraft Aceh (KKA), di Desa Jamuan, Aceh Utara (24/11) kemarin.

Turut disaksikan Direktur Utama PT KKA Andriano, Plt Bupati Aceh Utara diwakili Asisten II Abdul Aziz, Ketua DPRK Aceh Utara Ismail A. Jalil, Direksi PT Perusahaan Pengelola Aset, PT Pertamina PHE-NSB, PT PIM

Pengoperasian PLTU/PLTMG merupakan wujud nyata sinergi BUMN antara PT KKA dengan PT PLN melalui kerja sama opersi (KSO) PT KKA dengan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB).

Operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari penugasan Kementerian BUMN kepada PT PPA untuk melaksanakan program restrukturisasi jangka pendek PT KKA. Sedangkan untuk program restrukturisasi jangka panjang akan dilakukan pengoperasian kembali pabrik kertas yang selama ini berhenti beroperasi.

Selain dengan PT KKA juga bersinergi dengan PT Pertamina Hulu Energi NSB/NSO, sebagai pemasok gas bumi dan PT Perta Arun Gas sebagai penyadia transportasi gas bumi serta PT PPA sebagai penyedia modal kerja pembelian gas.

Pasokan listrik dari PLTU/PLTMG PT KKA sebesar 20 megawatt disalurkan ke Gardu Hubung PT PLN Rayon Krueng Geukueh dan Gardu Hubung PT PLN rayon Gandapura untuk memenuhi kebutuhan listrik PT PLN area Lhokseumawe.

Asisten Deputi Restrukturisasi BUMN & PPKNM, Khairiah mengatakan, kami juga bangga bahwa KKA saat ini merupakan salah satu BUMN yang masih dalam restrukturisasi, namum telah bangkit dan mampu memberikan kontribusi yang positif kepada bangsa dan negara. “Pengoperasian kembali pembangkit KKA ini merupakan bahagian yang tidak terpisahkan dari tindak lanjut arahan dari Presiden Jokowi, yang berkeinginan untuk pabrik kka ini beroperasi kembali,” kata Khairiah.

Sudah sekian tahun lamanya BUMN produsen kertas, PT Kertas Kraft Aceh (KKA), masuk sebagai perusahaan sekarat lantaran berhenti beroperasi. Perusahaan tersebut masuk daftar 4 BUMN sakit bersama PT Industri Gelas (Iglas), PT Kertas Leces, dan PT Merpati Nusantara Airlines.

Dengan harapan agar operasi pembangkit ini, merupakan sasasaran antara untuk beroperasinya pabrik kertas secara keseluruhan dan senantiasa kita harapkan tujuan utama kita dapat tercapai dan tentunya membutuhkan komitmen, konsistensi, dukungan dari steckholder, terutama peran dari pimpinan PT KKA, ujarnya.

Direktur Utama PT KKA Andriano menjelaskan, dasar pelaksanaan program restrukturisasi dan revitalisasi yaitu adanya keputusan Menteri Negara BUMN selaku Ketua Komite bedasarkan nomor 02/MBU/2012, bahwa dalam rangka penyelamatn PT KKA, jelas Andriano.

“Program tersebut dilakukan dua tahapan, diantaranya, tahap pertama mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) energi listrik yang dihasilkan dijual ke PLN. tahap kedua mengoperasikan pabrik kertas. Pengoperasian PLTU/PLTMG, PT KKA dapat mendukung kebutuhan listrik Lhokseumawe dan Aceh Utara,” ujar Andriano.[HAI/Rahmat Mirza]

loading...