HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Bebas Berekspresi Namun Tidak Menindas Hak Orang Lain

4

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Keberadaan media sosial memudahkan semua orang untuk mengekspresikan diri. Namun, kebebasan berekspresi itu tetap harus ada batasnya. Begitulah yang disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR T.B. Hasanuddin.

Revisi UU ITE baru saja diresmikan pada tanggal 28 November lalu. Salah satu perubahan yang dilakukan dalam revisi tersebut adalah pada Pasal 27 yang sering disebut sebagai pasal “karet”. Perubahan tersebut berupa penurunan ancaman pidana.

Jika sebelumnya hukuman pidana untuk kasus pencemaran nama baik paling lama adalah 6 tahun, kini hukuman tersebut dikurangi menjadi 4 tahun. Tujuannya adalah agar orang yang dilaporkan mencemarkan nama baik tidak dapat langsung ditahan.

“Kita tidak boleh mengurangi kebebasan berekspresi, karena itu bagian dari demokrasi,” kata Hasanuddin. “Tetapi juga di dalam kebebasan itu ada batasnya ketika menyangkut pihak lain. Itu juga bagian dari demokrasi. Hak orang tidak boleh ditindas. Harus ada keseimbangan di antara keduanya.”

Hasanuddin menjelaskan, sebelum revisi, sangsi yang bisa dijatuhkan adalah 6 tahun. Menurut KUHP, ini memungkinkan terlapor untuk dapat ditangkap. Perubahan lain yang ada adalah pada sangsi yang dikenakan pada terlapor, dari maksimal Rp1 miliar menjadi Rp750 juta.

“Sesuai KUHP, sangsi-sangsi itu tidak serta merta dilakukan penangkapan atau penahanan. Ada persyaratan yang harus diikuti saat penyelidikan dan penyidikan dilakukan oleh penyidik,” ujarnya lagi seperti dilansir MTVN.

“Selain itu, menjadi bersifat delik aduan.”

Hal yang sama disampaikan oleh Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan. Dia menjelaskan, tujuan revisi Pasal 27 adalah untuk menyamakan kedudukan pelapor dan terlapor. Sehingga, ketika seseorang dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik, dia tidak bisa serta-merta ditahan.

Pelaporan tersebut harus diproses melalui mengadilan terlebih dahulu untuk menentukan apakah terlapor memang benar bersalah.

loading...