HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Inilah Baterai Jenis Baru yang Dicas hanya Hitungan Detik

2

HARIANACEH.co.id – Dalam dunia gawai, teknologi baterai yang bisa bertahan lebih dari 1 hari rasanya sudah banyak ditemukan khususnya buat gawai-gawai yang saat ini dibekali kapasitas baterai yang jumbo. Namun, untuk baterai yang bisa bertahan hingga 1 minggu ditambah pengisiannya yang hanya membutuhkan waktu beberapa detik rasanya belum ada.

Dilansir Telegraph, Rabu (23/11/2016), para peneliti dari University of Central Florida berhasil menciptakan baterai jenis baru yang dapat bertahan hingga 1 minggu yang hanya dicas dalam beberapa detik saja.

Baterai bertenaga tinggi yang dikemas dengan superkapasitor dapat menyimpan energi dalam jumlah besar.

Baterai ini terlihat seperti sepotong logam tipis fleksibel seukuran kuku jari dan, menurut para peneliti, dapat digunakan pada ponsel, mobil listrik, dan perangkat sandangan (wearables).

Selain menyimpan banyak energi dengan cepat, baterai kecil ini dapat diisi ulang lebih dari 30.000 kali. Baterai lithium-ion normal kapasitasnya akan menurun menjadi 70 persen setelah dicas sebanyak 300 hingga 500 kali.

Sangat jarang sekali apabila baterai lithium-ion dapat bertahan hingga 1.500 kali cas sebelum kehilangan daya, para peneliti Florida mengklaim.

“Anda bisa mengisi baterai ponsel dalam hitungan detik dan tidak perlu mengisi ulang hingga lebih dari satu pekan,” ujar salah satu ilmuwan UCF yang terlibat proses pembuatannya, Nitin Choudhary.

Menurut Engadget (22/11) , baterai superkapasitor dapat terisi dengan cepat karena ia menyimpan listrik pada permukaan material dan bukannya menggunakan reaksi kimia seperti pada baterai pada umumnya.

Untuk itu, diperlukan lapisan material “dua dimensi” dengan permukaan lebar yang dapat menyimpan banyak elektron. Pada sebagian besar penelitian ini, material dua dimensi yang digunakan adalah graphene.

Asisten profesor, Jung Yeonwoong mengatakan, untuk menggabungkan graphene dengan material lain yang digunakan pada superkapasitor adalah tantangan tersendiri.

Karena itulah timnya membungkus material metal dea dimensi (TMD) di sekitar kabel nano satu dimensi yang sangat konduktif, memungkinkan elektron berpindah dari inti ke pembungkus dengan cepat.

Sayangnya, teknologi baterai superkapasitor ini baru berbentuk konsep. Teknologi ini belum diproduksi untuk tujuan komersial. Purwarupanya baru hadir untuk keperluan pengujian saja, tambah Jung sebagaimana dilansir Phone World (25/11).

Teknologi tersebut memang masih butuh pengujian yang lebih mendalam lagi sebelum dikomersialkan ke publik. Jangan sampai baterai tersebut malah berdampak negatif. Tentunya Anda masih ingat dengan kasus mudah terbakarnya Samsung Galaxy Note 7 hingga akhirnya ponsel tersebut harus distop produksinya.

Akan tetapi menurut Jung, jika penelitian ini dapat dikomersialkan, teknologi baterai superkapasitor ini dapat mempercepat waktu pengisian mobil listrik dari berjam-jam menjadi beberapa menit saja.

loading...