HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

‘Peluang Hidup-Mati Ditentukan dari Sebuah Posisi’

6

HARIANACEH.co.id — Pesawat terbang adalah moda transportasi paling aman, setidaknya menurut statistik. Tapi ada baiknya berjaga-jaga. Sebagian kursi lebih berpeluang membuat Anda selamat saat terjadi kecelakaan.

Sebuah pesawat terbang carteran yang mengangkut 77 orang, termasuk skuad klub sepak bola divisi utama Brasil, Chapecoense, jatuh di sebuah pegunungan di Kolombia pada Selasa (29/11/2016) siang WIB. Dari keseluruhan penumpang, hanya enam orang dinyatakan selamat.

Meski menakutkan bagi segelintir orang, kecelakaan pesawat sesungguhnya sangat jarang terjadi. Dibandingkan dengan moda transportasi lain, pesawat adalah yang paling aman. Kemungkinan mati akibat naik mobil adalah 1:112, pejalan kaki 1:700, sepeda motor 1:900, sedangkan naik pesawat 1:8.000.

Tapi tentu tak ada salahnya mencari tahu apakah ada kemungkinan selamat yang lebih tinggi. Jangan-jangan memang ada tempat duduk yang risikonya lebih kecil dibanding yang lain.

Pihak yang bergerak dunia penerbangan menepis kemungkinan ini. Situsweb Boeing menyatakan “Satu tempat duduk sama amannya dengan tempat duduk lain.” Sedangkan Airsafe.com, situs yang mendaku sebagai situsweb pedoman terbaik untuk perjalanan udara, menyatakan “Tak ada yang namanya posisi duduk terbaik.”

Namun data keras dari riset mandiri Popular Mechanic berkata sebaliknya. Sembilan tahun lalu mereka pernah mempelajari setiap kecelakaan pesawat di Amerika yang terjadi sejak tahun 1971. Kecelakaan-kecelakaan itu ada yang mengakibatkan korban jiwa, juga yang tidak. Mereka meneliti data dari 20 kecelakaan pesawat melalui data yang tersimpan di Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) AS.

Sistem penelusurannya sesuai dengan rumusan masalah, yakni dengan menelaah posisi duduk para penumpang pesawat nahas tersebut untuk kemudian disilangkan dengan hasil kecelakaan—selamat atau meninggal. Analisis berlanjut dengan membagi posisi duduk ke dalam beberapa bagian pesawat (depan, tengah, belakang), dan menghitung kembali jumlah korban jiwa yang duduk di tiap-tiap bagian.

Hasilnya menunjukkan bagian belakang pesawat adalah posisi duduk paling aman bagi penumpang saat terjadi kecelakaan. Persentase bertahan hidup para penumpang di kursi yang dekat dengan bagian ekor pesawat mencapai angka 40 persen atau yang tertinggi dibanding para penumpang di kursi bagian depan atau tengah.

Contohnya adalah dua kecelakaan, yakni tragedi Air Florida di Washington pada 1982 dan tragedi Eastern 727 di Kennedy Airport, New York, 1972. Kebanyakan penumpang yang selamat kali itu adalah mereka yang duduk di belakang. Demikian juga saat United DC-8 kehabisan bahan bakar di dekat Portland pada 1978 silam. Semua penumpang yang tewas adalah mereka yang duduk di empat baris terdepan pesawat.

Popular Mechanic juga mengkalkulasi tingkat kelangsungan hidup penumpang dari beberapa bagian besar pesawat, dan sekali lagi hasilnya menunjukkan bagian belakang sebagai posisi teraman. Khususnya kursi di bagian kabin belakang mulai dari tepi pangkal sayap hingga bagian ekor pesawat memiliki persentase keselamatan mencapai 69 persen.

Bagian tengah atau yang dibatasi oleh tepi pangkal sayap bagian depan dan belakang memiliki persentase sebesar 56 persen. Sedangkan bagian terdepan yang biasa dipakai untuk kelas bisnis menjadi bagian paling tak aman, dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 49 persen saja. Ironis. Tiket paling mahal justru merupakan tempat paling berisiko saat kecelakaan mendera.

Penelitian serupa disampaikan Time yang menelusuri data CSRTG Aircraft Accident Database yang disimpan Federal Aviation Administration (FAA) ada tahun 2015 lalu. Disana ditemukan 17 kecelakaan pesawat dari tahun 1985 hingga 2000 yang kemudian dianalisis untuk mengetahui bagian tempat duduk sebelah mana di pesawat yang paling aman dan paling tak aman.

Hasil analisis menunjukkan penumpang di sepertiga bagian belakang pesawat memiliki tingkat kematian paling kecil, yakni 32 persen. Bandingkan dengan dengan penumpang di sepertiga bagian tengah dengan tingkat kematian mencapai 39 persen atau bagian depan yang mencapai 38 persen.

Berdasarkan posisi baris, kursi di bagian tengah di kabin belakang yang paling aman dengan tingkat kematian sebesar 28 persen. Kursi terburuk berada di baris tengah kabin bagian tengah dengan tingkat kematian mencapai 44 persen.

Infografik
Sumber: The Week, Popular Mechanics, Federal Aviation Administration, Tirto

Bukan Jaminan Pasti

Analis penerbangan Inggris, Alex Macheras, mengatakan kepada NBC News bahwa ia tertarik pada fakta bahwa ada yang selamat dari tragedi Chapecoense. Ia penasaran dengan faktor penyebab pesawat jatuh, lokasinya, dan deskripsi saat pesawat mulai menunjukkan ketidakberesan yang akhirnya membuatnya jatuh.

Mengingat pesawat yang membawa tim Chapecoense ini jatuh saat akan mendarat, Macheras yakin pesawat ini sudah terawasi dari jarak jauh dan tidak tiba-tiba hilang dari udara. Keadaan yang awalnya masih dalam kendali diyakini mampu meningkatkan peluang selamat para penumpang. Namun, Macheras tidak sepenuhnya yakin di mana keenam korban selamat itu duduk.

Macheras mengatakan bahwa begitu banyak faktor yang menentukan kematian dalam sebuah kecelakaan pesawat. Jadi, jangan sampai para penumpang terlalu tergantung kepada tempat duduk yang dipilihnya.

Time juga menyatakan hasil penelitian mereka bukanlah pedoman pasti bahwa duduk di belakang pesawat akan menghindarkan seorang penumpang dari kematian jika kecelakaan terjadi. Apalagi, kebanyakan kecelakaan pesawat tidak berakhir dengan maut. Ini adalah kesimpulan NTSB AS pada 2001.

Macheras mengatakan cara terbaik untuk meningkatkan peluang selamat adalah mendengarkan instruksi awak pesawat dan berusaha berada di dekat lorong pesawat. Semakin dengan dengan pintu keluar, semakin besar kemungkinan selamat. Dan, menurut situs How Sites Works, penumpang punya waktu 90 detik (1,5 menit) untuk keluar dari pesawat yang terbakar. Manfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Intinya adalah tetap tenang dan mendengarkan instruksi penyelamatan. Itu kuncinya. Kebanyakan orang meremehkan instruksi ini,” pungkas Macheras.

loading...