HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

15 Mata-mata Iran Dihukum Mati Kerajaan Arab Saudi

3

HARIANACEH.co.id – Pengadilan di Arab Saudi, pada Selasa 6 Desember, menjatuhi hukuman mati 15 orang dan beberapa orang lain dihukum penjara. Kasusnya melibatkan dugaan sel mata-mata Iran. Hukuman ini menandai ketegangan terus-menerus antara dua kekuatan Timur Tengah.

Pengadilan kriminal Riyadh menjatuhkan hukuman kepada 32 orang yang didakwa pada Februari, termasuk 30 warga Saudi, satu Iran, dan seorang berkebangsaan Afghanistan. Nama-nama mereka tidak dipublikasikan dan tidak jelas siapa, dan apakah ada yang mewakili mereka di pengadilan.

Menurut Daily Mail yang mengutip laporan Associated Press, Selasa (6/12/2016), tidak ada reaksi cepat dari Teheran soal putusan tersebut dan rincian tentang kasus ini masih sedikit.

Media pemerintah Saudi melaporkan, pada Februari, bahwa mereka yang dituduh terlibat mendirikan jaringan mata-mata yang bekerja sama dengan intelijen Iran dan menyediakan Iran informasi yang sangat sensitif tentang militer Saudi.

Beberapa laporan mengatakan, mereka juga didakwa berusaha melakukan tindakan sabotase terhadap kepentingan ekonomi Saudi, menghasut perselisihan sektarian, merekrut orang lain untuk spionase, dan berpartisipasi dalam protes anti-pemerintah.

Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran setelah demonstran menyerbu dan menggeledah dua pos diplomatik Arab di Republik Islam Iran.

Aksi demonstrasi kekerasan terjadi setelah Arab Saudi mengeksekusi seorang ulama Syiah terkemuka pada Januari, bersama dengan 46 orang lain.

Ketegangan tetap tinggi antara kekuasaan Syiah Iran dan kerajaan Arab Saudi yang diperintah Sunni sepanjang tahun. Pada Senin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Teheran dan Riyadh dapat dan harus bekerja sama untuk menyelesaikan krisis regional.

Bahram Ghasemi mengatakan kepada wartawan bahwa perjanjian OPEC baru-baru ini untuk mengurangi produksi minyak dan pemilihan presiden Lebanon — di mana sekutu Iran yang terpilih sebagai presiden menunjuk sekutu Arab untuk jabatan perdana menteri — keduanya memberi contoh terbaru dari kerjasama Iran-Saudi.

loading...