HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

5 Jaket Tercanggih Buatan Indonesia yang Mendunia

19

HARIANACEH.co.id – Jaket bukan cuma jadi outfit keren pelengkap fesyen atau sebagai penahan udara dingin dan angin. Dengan fungsinya yang semakin komplet, bahan-bahan jaket, kantong-kantong di dalamnya, serta desain di kancing dan kerah bisa dibuat lebih canggih dari fungsi standardnya. Nggak heran, jaket udah menjadi satu paket gadget yang bisa ngelengkapin kebutuhan kita sehari-hari.

Nah, jaket-jaket berikut adalah jaket tercanggih yang pernah dirilis manusia dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Penasaran dong, jaket-jaket tercanggih yang pernah ada di dunia ini punya kelebihan apa aja?

Mending, cek satu persatu, siapa tahu berniat memilikinya satu. Buatan Indonesia juga ada.

1. Smart Jacket Levi’s

Smart Jacket Levi’s
Smart Jacket Levi’s

Coba deh perhatiin kancing di pergelangan jaket kamu. Tekan tombolnya! Apakah dia bisa memutar musik? Mungkin memberikan petunjuk arah atau mengangkat panggilan telepon masuk dari seseorang? Rasanya itu cuma kancing biasa deh. Saat ditekan, dia cuma berfungsi mengencangkan ikatan lengan jaket, tidak ada yang lain.

Tapi jangan coba abaikan kancing di pergelangan tangan jaket rancangan Levi’s dan Google yang pada konferensi tahunan Google I/O kolaborasi Project Jacquard mengumumkan bahwa mereka punya jaket pintar yang terhubung dengan internet dan google tentu saja.

Jaket denim ini ditenun dari material yang cerdas berupa kain yang bisa melakukan hal-hal luar biasa. Pada bagian lengannya ada patch yang terbuat dari serat konduktif halus, jadi dengan cara menggesek permukaan kain jaket, kamu sudah bakal bisa mengatur serangkaian perintah, dari mulai menjawab panggilan sampai meminta petunjuk arah Google Maps.

Fitur kemampuan di bagiain sensor denim ini juga bisa membuat penggunanya mengontrol musik yang disambung lewat earphone, menelepon atau menanggapi pesan.

Jaket ini spesial ditujukan untuk pengendara sepeda yang tentu bakal sangat repot kalo lagi gowes terus ada panggilan. Dengan sistem di dalam jaket pintar ini, terutama di kancing pergelangan tangannya, kita bakal gampang terkoneksi dengan aplikasi seperti internet, Google Maps, Spotify serta Strava. Keren banget kan?

Namun sebagaimana jaket pintar pada umumnya, yang bingung adalah gimana cara mencuci jaket tersebut kalo pas udah kotor dan bau. Nah, google masih berupaya mikirin biar produk ini tetap bisa dicuci seperti jaket biasa, tapi punya sisi kepintaran yang membantu penggunanya.

2. Jacket Back to The Future II

Jacket Back to The Future II
Jacket Back to The Future II (youtube)

Adegan di film Back To The Future II, di mana jaket Marty pernah kecipratan air dan basah, kemudian dia dengan sangat mudah menekan sebuah tombol di jaketnya dan sim salabim, jaket itu kering seketika ternyata telah menginspirasi terciptanya jaket Marty jadi kenyataan.

Perusahaan Falyon mendesain jaket bernama “Self Drying Jacket (SDJ)-01” yang sesuai namanya, jaket ini sanggup mengeringkan diri sendiri apabila basah akibat terkena cipratan atau siraman air.

Selain bisa kering sendiri, setidaknya masih ada beberapa kelebihan lain dari produk SDJ-01 ini, diantaranya bisa ngecharge, ringan dan punya kantong ajaib buat menyimpan gadget bawaan sehari-hari.

3. Jaket Metallic-Flexwarm

Jaket Metallic-Felxwarm (foto: FLEXWARM)
Jaket Metallic-Felxwarm (foto: FLEXWARM)

Ketika musim dingin tiba, jaket cerdas Flexwarm muncul sebagai solusi jaket yang mampu menhanagtkan dua kali lipat dari jaket pada umumnya.

Ya, dnegan kemampuan jaket mampu memenaskan diri dengan sensor tempartur tubuh, maka elemen pemanas di dalam jaket siap “mebakar” tubuh kamu yang kedinginan.

Jaket flexwarm ini di dalamnya disimpan “metallic slurry” yang tersegel diantara dua lapisan penghalang padding cahaya. Jadi, ketika terhubung ke sumber listrik, elemen itu bakal menghasilkan panas di dada, punggung, atau sarung tangan yang baal memebaskan kamu dari kegigilan karena kedinginan.

Hebatnya, dengan aplikasi di ponsel, kamu bisa menyesuaikan berapa tempearatur yang bisa menghangatkan tubuh kamu dari dalam jaket tersebut. Nggak tanggung-tanggung lho, kamu bis amengatur suhul virtual di smartphone sampai 65 derajat celcius. Wih, bisa jadi sauna itu mah!

Yang nggak disangka-sangka, meski penampakan jaket itu tipis namun saat menalurkan panas dia cukup kokoh dan nggak menyusut. Kenapa, karena lapisan tipis di dalamnya diselikpan juga bulu angsa hybrid dan kain nilon riptop yang tahan air, tahan angin, dan bisa dicuci dengan mesin. Ia juga memiliki sifat anti-statis untuk perlindungan tambahan.

Mau tahu berapa harga Flexwarm yang dikeluarkan perusahaan Kickstarter ini? Cukup terjangkau kok, ya mendekati harga microwave di rumah, yaitu Rp. 2,5 jutaan.

4. Robot Jaket (INA)

Inovasi Robot Jaket Indonesia
Inovasi Robot Jaket Indonesia

Nggak mau ketinggalan bikin jaket hebat, lima mahasiswa UGM, yaitu Indra Budi Setioputro, Sevia Rani Irianti, Derly Shayyiban Naafian, Selvi Faristasari, dan Ikhsan Tanoto Mulyo akhirnya membuat Robot Jaket yang mereka namai RoJak.

Rojak buatan Indonesia adalah inovasi produk jaket yang mampu membantu mengurangi risiko kelelahan, kedinginan maupun kehilangan arah saat melakukan pendakian.

“Rojak bisa dipakai siapa saja, tapi kami lebih konsen ke pendaki gunung karena mereka seringkali membawa barang yang banyak, kelelahan, kedinginan dan butuh petunjuk jalan biar tidak tersesat,” jelas Selvi mewakili tim RoJak.

Jaket ini memang dibuta berdasarkan pengalaman beberapa anggotanya yang suka mendaki, di mana ketika berjalan ke puncak mereka bakal menemui udara dingin, atau terkadang ada kasus pendaki yang meninggal karena tersesat. Untuk itu, jaket ini dibuat dengan mengutamakan tiga fungsi tersebut.

Dilengkapi dengan sistem pemijat otomatis yang diletakkan pada titik-titik pijat di bagian punggung, RoJak memang bisa difungsikan untuk mengurangi keluhan rasa sakit pendaki. Pengguna RoJak bakal merasakan pijatan di punggung jika jaket itu dipakai dan ketika dilipat RoJak dapat pula digunakan untuk memijat di leher.

Selanjutnya manfaatkanjuga sensor kehangatan yang berada pada jaket tepatnya di titik meredian tubuh, yaitu di bagian bawah ketiak. Penempatan sensor tersebut memang disengaja karena ketiak dianggap paling peka terhadap suhu. Ketika ketiak hangat maka seluruh badan bisa terasa hangat.

Bagaimana kalo kepanasan? Tenang, RoJak juga dapat mendinginkan tubuh, namun fungsi pendingin maksimalnya hanya dapat mendinginkan tubuh setara dengan suhu ubin (kamar).

Yang terakhir, fitur penunjuk arah yang berupa output suara yang memudahkan pendaki menemukan arah mata angin. Fitur ini dapat dikontrol secara real-time dengan menggunakan smartphone.

“RoJak dilengkapi daya baterai yang bisa di-charge menggunakan panel surya yang ada di bagian lengan, dan dibahu. Pendaki bisa menchargenya sambil jalan ke puncak dimana terkadang terdapat panas matahari,” tambah Selvi.

Selain itu, Ikhsan menambahkan bahwa RoJak memiliki sistem plug and play. Dengan kata lain, elektronis yang terpasang pada jaket ini dapat dipasang dan dilepas kembali sesuai keinginan pengguna.

“Pengguna tidak perlu khawatir jika hendak mencuci jaket ini karena peralatan elektronis didalamnya dapat dibongkar pasang,” jelasnya.

Wah selangkah lebh maju daripada jaket Google.

5. Coat Solar Junya Watanabe

Coat Solar Junya Watanabe
Coat Solar Junya Watanabe

Yang terbaru dilansir dari laman inhype.com, jaket berwarna hijau army buatan perancang aal Jepang, Junya Watanabe berupa coat solar sudah diperagakan dan siap diperjualbelikan.

Jaket ini nggak cuma punya desain yang keren, tapi di beberapa bagian sisinya terdapat panel tenaga surya yang bisa difungsikan untuk ngecharge gadget. Panel itu diantaranya ada di bagian belakang jaket dan dua panel lagi di bagian depan yang gampang terpapar cahaya.

Coat Solar Junya Watanabe
Coat Solar Junya Watanabe

Lebih detail, di dalam jaketnya terdapat sebuah colokan ponsel portable yang yang bisa dihubungkan untuk menambah daya baterai ponsel pemakainya.

Jaket ini memang secara khusus diciptakan untuk masyarakat urban yang sangat tergantung pada gadeget mereka.

Watanabe menambah keunikan jaketnya dengan tambahan shoulder patch dan kancing berukuran besar. Jaket ini dikeluarkan sebagai koleksi musim gugur dan musim dingin 2016 dan dibanderol dengan harga 2.000 US dolar atau senilai Rp. 26 juta. Mahal aja, itu belom sama WiFi.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time