HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pemerintah Diminta BNPB Untuk Subsidi Pembangunan Rumah Tahan Gempa

2

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 148,4 juta penduduk Indonesia terpapar ancaman bencana gempa bumi. Untuk meminimalisir dampak kerusakan, warga perlu memiliki rumah tahan gempa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, gempa 6,5 Skala Richter (SR) yang mengguncang Pidie Jaya, Aceh, cukup menjadi pembelajaran. Gempa tersebut mengakibatkan ratusan bangunan roboh.

“Bencana itu semakin menyadarkan kita arti pentingnya bangunan rumah tahan gempa,” ungkap Sutopo seperti dilansir MTVN di Kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (7/12/2016).

Masih banyak penduduk belum menyadari pentingnya bangunan tahan gempa. Di samping itu, lanjut Sutopo, biaya komponen bangunan rumah tahan gempa juga cukup mahal.

“Komponennya lebih mahal dari rumah biasa, 30-50 persen (lebih mahal),” ucap Sutopo.

Dengan demikian, Sutopo berharap peran serta pemerintah dalam memperluas keberadaan rumah tahan gempa. Misalnya, pemerintah memberikan insentif bagi warganya yang ingin membangun rumah tahan gempa.

“Misal bagi masyarakat yang membangun rumah tahan gempa pajaknya dikurangi atau (biaya pembangunannya) disubsidi. Kalau dibebankan pada masyarakat tentu masyarakat tidak mampu,” ujar Sutopo.

Kendala lainnya untuk membangun rumah tahan gempa ialah minimnya pekerja bangunan yang paham mengenai konstruksi bangunan tahan gempa. Selanjutnya, mengenai pemanfaatan tata ruang yang belum tepat.

“Daerah sesar hendaknya tidak dibuat bangunan permukiman,” kata Sutopo.

loading...