HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Terkait dengan Makar, Penyidik Temukan Bukti Transfer

1

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya menyita sejumlah barang bukti terkait dugaan makar yang dilakukan 11 orang. Barang bukti yang disita salah satunya bukti transfer.

“Satu adanya dokumen, tapi isinya dokumen apa tentu ini jadi catatan bagi penyidik. Kemudian ada bukti transfer dari seseorang ke orang lain,” beber Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2016).

Selain itu, kata dia, ada pula video yang telah diunggah serta pemberitaan yang berisi pernyataan ajakan makar. Bukti lain adanya indikasi mendukung upaya terjadinya perencanaan pemufakatan jahat dengan menempatkan mobil komando.

“Itu untuk mengajak orang atau mempersiapkan orang yang akan dibawa ke DPR,” kata Martinus.

Martinus menjelaskan, perbuatan makar didasari pada empat hal. Tapi didahului dengan pemufakatan jahat.

“Nah itu diatur pasal 110 dan kemudian dijelaskan pasal 87 dan pasal terkait dengan pemufakatan jahat untuk menggulingkan pemerintah terhadap kepala negara, memisahkan diri dan pemberontakan dengan jahat itu harus didahului dengan pemufakatan jahat,” jelas dia.

Melalui pemufakatan jahat itu, kata Martinus, menjadi dasar bagi penyidik untuk melihat adanya upaya makar. Tak sampai di situ, pendudukan gedung DPR kemudian memaksa sidang istimewa untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah telah masuk ke dalam delik formil.

“Delik formil dia tidak, perencanaan-perencanaan kemudian menempatkan orang, ada bukti transfer untuk menggerakan orang itu semua bagian perencanaan dalam delik formil bisa dipidanakan,” papar dia.

Hingga saat ini kata dia penyidik masih mengumpulkan alat bukti lain. Semakin banyak alat bukti maka akan memudahkan penyidik mendapatkan konstruksi hukum yang mempersangkakan pemufakatan jahat untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

“Jadi dalam perjalanan proses penegakan hukum berlangsung mencari sebanyaknya bukti itu sangat baik, misalnya mencari bukti transfer nah itu bagian upaya Polri yang saat ini sudah ditemukan bukti transfer,” pungkas dia.

Sebanyak 11 orang ditangkap penyidik Polda Metro Jaya lantaran diduga bakal berbuat makar, Jumat 2 Desember 2016. Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan percobaan makar, yakni Sri Bintang Pamungkas; Rachmawati Soekarnoputri; Mayjen (Purn) Kivlan Zen; Brigjen TNI (Purn) Adityawarman; Ratna Sarumpaet; Firza Husein; Eko; dan Alvinindra Al Fariz. Mereka dikenakan Pasal 107 junto 110 KUHP dan 87 KUHP tentang Perbuatan Makar dan Pemufakatan Jahat untuk Melakukan Makar.

Musisi Ahmad Dhani juga ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 207 KUHP karena diduga menghina penguasa. Selanjutnya, dua kakak beradik, yakni Zamron dan Rizal, ditahan karena diduga menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan isu SARA sesuai Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1998 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Khusus Sri Bintang, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Boy Rafli Amar menyampaikan, penangkapannya berkaitan dengan konten dalam media sosial pada November 2016. Sri Bintang disebut membuat konten berisi ajakan dan penghasutan kepada masyarakat luas. Sri juga sudah ditahan.

loading...