Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Muhadjir Effendy: Fasilitas Sekolah Akan Segera Diperbaiki Pasca Gempa

HARIANACEH.co.id — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy akan berangkat ke Aceh untuk melihat fasilitas pendidikan di sana setelah gempa. Ia memastikan, pemerintah segera memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak akibat gempa.

Gempa kekuatan 6,5 terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, pukul 05.03.35 WIB, Rabu 7 Desember. Pagi ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bencana itu menewaskan 102 orang.

Perpustakaan SDN.MESJID TRINGGADENG, Pasca Gempa (Rudi Iskandar)

Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, menyatakan 39 unit bangunan sekolah dari berbagai jenjang rusak akibat gempa. Lima di antaranya rusak parah.

Bangunan sekolah yang rusak akibat gempa, yakni 19 sekolah dasar, 11 SMP, satu unit SMA, tiga unit SMK, dan lima taman kanak-kanak. Sedangkan korban meninggal akibat gempa dari kalangan pendidik, yakni seorang guru SD, seorang guru TK, seorang pesuruh sekolah, dan seorang siswa.

Pada hari kedua pascagempa, guru tetap bekerja. Namun, aktivitas belajar mengajar belum berjalan
normal.

Keadaan SMK Bandar Baru Pasca Gempa (Rudi Iskandar)

Muhadjir mengaku prihatin dengan kondisi di Aceh. Dia akan meninjau langsung sarana pendidikan yang terdampak gempa dan para guru yang jadi korban.

“Kami berupaya agar sekolah yang rusak segera diperbaiki dan kami juga akan mendirikan sekolah darurat,” kata Muhadjir di Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Staf Khusus Kementerian Pendidikan Bidang Komunikasi Publik Nasrullah mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengupayakan sekolah darurat. Pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial untuk penanganan media korban dan terapi trauma.

“Semua sekolah dampak gempa jadi prioritas revitalisasi pembangunan sekolah,” lanjut Nasrullah. (Antara)

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya