HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kelangkaan Air Bersih, Korban Gempa Banyak Terkena Diare

22

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas (Kapusdatin) BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banyak bayi korban gempa Aceh kini mengalami diare, karena sulitnya mendapatkan air bersih.

‎”Jadi bayi sering diare di sana,” ujar Sutopo di kantor BNPB, Jalan Pramuka Nomor 38, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (10/12/2016).

Menurut Sutopo, sulitnya air bersih menyebabkan botol susu yang yang diberikan kepada bayi tidak dicuci dengan bersih. Susu diberikan kepada bayi dengan kondisi botol yang tidak higienis, sehingga menyebabkan diare.

Oleh karena itu, Sutopo bersama tim tanggap darurat lainnya yang kini sedang bekerja di Aceh, berharap warga yang memberikan bantuan susu menyertakan botol yang higienis.

“Syukur syukur memberikan bantuan susu dengan mengirimkan relawannya‎ juga,” harap Sutopo.

Sementara, berdasarkan data BNPB, jumlah pengungsi gempa tektonik 6,5 Skala Richter di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, hingga Sabtu (10/12/2016) mencapai 45.329 orang.

Korban gempa yang terjadi pada Rabu 7 Desember lalu tersebut, tersebar di delapan Kecamatan, yakni Bandar Dua, Bandar Baru, Pante Raja, Jangka Buya, Tringgadeng, Meureudu, dan Alee Glee.‎

Saat ini tim tanggap darurat dan evakuasi yang terdiri dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan sejumlah elemen masyarakat masih melakukan penyisiran untuk mencari korban yang masih tertimpa reruntuhan.

Pasokan air bersih saat ini memang sangat dibutuhkan ‎pos-pos pengungsian korban gempa.

“Air bersih sangat dibutuhkan di sana (Aceh) sekarang ini,” imbuh Sutopo.

‎Kurangnya ketersediaan air bersih lantaran pasca-gempa banyak sumur tidak dapat digunakan. Selain airnya tidak layak pakai, belum pulihnya jaringan listrik di sejumlah tempat terdampak gempa, juga mengakibatkan air tidak dapat dipompa oleh warga.

“Setelah gempa, banyak sumur menjadi kering, ada juga yang dangkal, serta keruh dan airnya hitam, sehingga tidak layak konsumsi,” paparnya.

Menangani hal tersebut, BNPB bersama tim tanggap darurat lainnya, mengupayakan suplai air bersih sebanyak mungkin, dengan mengirimkan tangki air dan membangun hydrant di sejumlah tempat.

“Kami juga berkoordinasi dengan PLN (perusahaan listrik negara) untuk segera memulihkan jaringan listrik,” tambah Sutopo.[]

Komentar
Sedang Loading...
Memuat