HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Rusia Bantu Kemenangannya di Pilpres AS Dibantah Donald Trump

4

HARIANACEH.co.id – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membantah keras adanya keterlibatan Rusia dalam pilpres AS yang memengaruhi kemenangannya.

“Saya pikir itu hanya alasan yang dibuat-buat. Saya tidak percaya itu,” kata Trump, seperti dikutip CNN, Senin (12/12/2016).

Dia pun menyebut tuduhan keterlibatan Rusia dalam Pemilu AS sebagai hal ‘konyol’. Pernyataan Trump tersebut terkait dengan tudingan Badan intelijen Amerika Serikat (CIA), yang menyebut Rusia ikut campur dalam pilpres AS, bahkan semenjak para kandidat masih berkampanye.

Intervensi itu dilakukan Rusia untuk membantu Trump sehingga akhirnya terpilih sebagai presiden. Adanya tudingan itu membuat Partai Republik meminta adanya investigasi.

Mereka juga menyebut bahwa keterlibatan Rusia dalam pemilu AS sebagai hal yang meresahkan. Sementara itu, Trump menyebutkan jika memang terjadi peretasan dokumen pemilu, tak akan semudah itu CIA mengetahui siapa yang terlibat.

“Jika Anda tidak menangkap mereka saat beraksi, Anda tidak akan tahu siapa pelakunya. Mereka (CIA) tidak tahu. Bisa jadi Rusia, Tiongkok, atau orang lain,” ungkap miliuner asal New York ini.

Sebelumnya, bocoran email yang dipublikasikan WikiLeaks menunjukkan para petinggi Demokrat mengungkapkan mereka lebih mendukung Hillary Clinton ketimbang Bernie Sanders dalam pertarungan pemilu primer 2016.

Saat itu, seorang sumber keamanan AS juga langsung menyalahkan Rusia atas peretasan ini.

Mengenai skandal e-mail Demokrat itu, Trump pun membantah keterlibatan Rusia. Trump seakan membela Rusia dalam permasalahan ini, agar AS tak sembarangan menuding sebuah negara.

“Saya pikir tidak mungkin Rusia. Tapi, siapa tahu. Saya tidak tahu. Mereka (CIA) juga tidak tahu. Tak bisa Anda menyebut Rusia saja, harus menyebut negara lain pula,” tuturnya.

loading...