HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Terkait Tewasnya 675 Imigran, Kapten Kapal Divonis 18 tahun

6

HARIANACEH.co.id — Kapten dari kapal berisi ratusan imigran yang tenggelam di Laut Mediterania divonis hukuman 18 tahun penjara. Mohammad Ali Malek, 28, asal Tunisia, juga didenda sembilan juta Euro (GBP7,55 juta) setelah didakwa atas sejumlah tuduhan pembunuhan.

Awak kapalnya asal Suriah, Mahmud Bikhit, 26, menerima hukuman lima tahun untuk tuntutan memfasilitasi imigrasi ilegal. Dia juga didenda sembilan juta Euro.

Kedua terdakwa mengklaim mereka hanya imigran dan telah dipaksa mengemudikan kapal oleh para penyelundup manusia.

Kapal nelayan penuh sesak, dengan panjang 27 meter, berlayar dari Darabli di Libya pada April 2015. Muatannya penumpang asal Aljazair, Somalia, Mesir, Senegal, Zambia, Mali, Bangladesh, dan Ghana.

Jaksa mengatakan kepada pengadilan di Catania, Pulau Sisilia, Italia, bahwa Malek dinyatakan bersalah karena menyebabkan kapalnya bertabrakan dalam situasi gelap dengan sebuah kapal dagang Portugis yang datang untuk membantu.

Setelah tabrakan, penumpang berlarian dari sisi kapal yang terkena hantaman. Kapal lalu terbalik dan tenggelam dalam kurun waktu beberapa menit. Angkatan Laut Italia menemukan 675 jasad imigran, dan kemudian membawanya ke permukaan.

Lebih dari 700

Tetapi para ilmuwan forensik mengatakan jumlah korban mungkin mendekati 900, karena banyak kantong mayat berisi bagian-bagian tubuh lebih dari satu orang.

Catatan kematian dibuat berdasarkan sidik jari, sampel DNA, dan ciri-ciri tubuh yang menandai korban untuk membantu para kerabat mencari sanak-keluarga mereka.

Malek dan Bikhit adalah dua dari 28 orang yang selamat dalam peristiwa tersebut.

Sebelum putusan dijatuhkan, Malek mengatakan kepada pengadilan: “Saya menghabiskan dua tahun lebih enam bulan di Italia, dan saya sudah punya seorang anak dengan wanita Italia. Saya ingin menikahinya dan mengakui bayi kami.”

“Ini yang sebenarnya. Saya selalu mengatakan kebenaran. Sama seperti saya segera memberitahu (polisi) nama asli saya, dan mengatakan kepada mereka bahwa saya hanya seorang penumpang,” sangkalnya seperti dilansir Sky News, Rabu (14/12/2016).

Tim pengacara Malek dan Bikhit menegaskan akan mengajukan banding atas vonis ini.

“Kami pikir, kami memiliki beberapa argumen yang kuat, dan kami akan mencoba bekerja memperbaiki beberapa alasan yang melemahkan pembelaan kami,” kata Massimo Ferrante, mewakili Malek.

loading...