HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Aleppo: Kesepakatan Evakuasi Kembali Berlaku

6

HARIANACEH.co.id — Kelompok oposisi di Suriah mengumumkan bahwa kesepakatan untuk mengevakuasi kawasan terakhir yang diduduki pemberontak di Aleppo timur kembali berlaku, sehari setelah kesepakatan sebelumnya kandas.

Pasukan pemberontak dan warga sipil mulanya direncanakan meninggalkan kota pada Rabu (14/12) pagi, namun kesepakatan gencatan senjata itu gagal.

Pada Rabu (15/12) malam, pasukan pemberontak mengatakan evakuasi akan dimulai pada Kamis dini hari.

Namun sejauh ini belum ada konfirmasi dari pemerintah Suriah atau sekutu utamanya, Rusia.

Dan unit media yang dijalankan milisi syiah Lebanon, Hizbullah, pendukung pemerintah Suriah, mengatakan negosiasi mengalami ‘kesulitan besar’ dan belum mencapai kesimpulan.

Pasukan pemberontak mengatakan kesepakatan gencatan senjata baru akan berlaku pada Rabu malam, disusul evakuasi beberapa jam setelahnya.

Kesepakatan baru ini akan memungkinkan evakuasi secara bersamaan dari dua desa yang dikepung pemberontak di barat laut Suriah.

Pemerintah Suriah dan sekutunya, Iran, bersikeras bahwa evakuasi dari Aleppo timur hanya dapat terjadi jika kedua desa tersebut dievakuasi.

Pada Rabu pagi, bus dan ambulans, didatangkan untuk mengevakuasi anggota pasukan pemberontak dan keluarga mereka – namun berbalik tak lama setelah itu.

Beberapa jam setelah kesepakatan pertama – diperantarai terutama oleh Rusia dan Turki – gagal, serangan udara berlanjut di kawasan yang dikuasai pemberontak, tempat sedikitnya 50.000 warga sipil bertahan.

PBB mengatakan, serangan pemerintah Suriah dan sekutunya di kawasan ‘padat penduduk’ amat mungkin melanggar hukum internasional.

“Meskipun alasan batalnya perjanjian gencatan senjata diperselisihkan, kelanjutan pengeboman berat oleh pasukan pemerintah Suriah dan sekutu mereka di kawasan padat penduduk hampir pasti merupakan pelanggaran hukum internasional dan amat mungkin merupakan kejahatan perang,” kata Zeid Raad al-Hussein, Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.

Sementara itu, BBC menemukan bahwa tentara Barat menggunakan satelit dan pesawat tanpa awak untuk mengumpulkan bukti atas dugaan kejahatan perang di Aleppo dan kawasan lainnya di Suriah.

Unjuk rasa solidaritas bagi warga Aleppo berlangsung di sejumlah kota di belahan dunia lain; termasuk Hamburg di Jerman, Sarajevo di Bosnia, dan Rabat di Maroko.

Lampu di Menara Eiffel juga dipadamkan pada Rabu (14/12). Walikota Paris Anne Hidalgo mengatakan, dia berharap sikap ini dapat mengundang perhatian pada perlunya ‘tindakan mendesak’ untuk menolong warga Aleppo.[]

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time