HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Suku Bunga AS Naik, Wall Street Tertekan

10

HARIANACEH.co.id, NEW YORK — Saham-saham di Wall Street mencatat penurunan pada Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), karena Federal Reserve AS memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, yang pertama dan satu-satunya selama tahun ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 118,68 poin atau 0,60 persen menjadi berakhir di 19.792,53 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 18,44 poin atau 0,81 persen menjadi ditutup pada 2.253,28 poin, dan indeks komposit Nasdaq merosot 27,16 poin atau 0,50 persen menjadi 5.436,67 poin.

“Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi, Komite (Pasar Terbuka Federal) memutuskan untuk menaikkan target suku bunga federal funds ke kisaran 0,50 persen hingga 0,75 persen,” kata Fed dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

Mengutip Antara, Kamis 15 Desember, ekspansi ekonomi moderat, berlanjutnya penguatan pasar tenaga kerja dan peningkatan kondisi inflasi mendukung bank sentral untuk menaikkan suku bunga setelah jeda hampir satu tahun, menurut pernyataan itu.

Juga pada Rabu, the Fed merilis proyeksi ekonomi terkini yang menunjukkan bahwa bank sentral memperkirakan tiga kenaikan suku bunga pada tahun depan, sementara dalam proyeksinya pada September para pejabat Fed memperkirakan hanya dua kenaikan suku bunga pada 2017.

Penyesuaian naik sedikit dari proyeksi mencerminkan pertimbangan para pejabat Fed atas penurunan tingkat pengangguran, Ketua Fed Janet Yellen mengatakan pada konferensi pers setelah pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Yellen menekankan bahwa bank sentral akan mempertimbangkan kebijakan-kebijakan fiskal, bersama dengan hal-hal lainnya, seperti kondisi-kondisi global dan harga minyak, ke dalam prospek ekonomi dan memastikan kebijakan moneter yang tepat.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Produsen untuk permintaan akhir meningkat 0,4 persen pada November, disesuaikan secara musiman, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Rabu. Penjualan ritel AS untuk November naik 0,1 persen dari bulan sebelumnya menjadi 465,5 miliar dolar AS, disesuaikan secara musiman, kata Departemen Perdagangan.[]

loading...