HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Usai FFR Naik, Rupiah Berpeluang Melemah

9

HARIANACEH.co.id, JAKARTA — Tren penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) beberapa hari terakhir berpeluang terhenti dan sementara hari ini melihat penguatan tajam di dolar index yang tentunya akan berdampak terhadap gerak nilai tukar rupiah. Pelemahan juga diperkirakan terjadi di berbagai kelas aset berdenominasi nilai tukar rupiah.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta memperkirakan nilai tukar rupiah berpeluang melemah dan fokus saat ini adalah ke Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Pelemahan juga diperkirakan terjadi di berbagai kelas aset berdenominasi rupiah.

“Depresiasi rupiah berpeluang bertahan beberapa saat sebelum akhirnya normalisasi –pembentuk tren utama rupiah terkait dengan neraca perdagangan yang diumumkan siang nanti– yang saat ini membesar surplusnya,” tutur Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Kenaikan Fed Fund Rate (FFR) target yang lebih agresif bisa meminta kenaikan BI RR rate lebih dini terutama jika inflasi domestik naik melebihi ekspektasi. RDG BI hari ini diperkirakan mempertahankan BI RR rate di 4,75 persen, sejalan dengan prioritas stabilitas nilai tukar rupiah yang diutamakan dari dukungan ke pertumbuhan.

Rangga menambahkan, the Fed lebih hawkish dan fokus beralih ke pertemuan Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ). Sesuai ekspektasi, the Fed menaikkan FFR target sebanyak 25 bps, tetapi terlihat ada rencana kenaikan sebanyak tiga kali di 2017, lebih tinggi dari perkiraan awal.

Menurutnya dolar index merespons dengan kenaikan tajam sementara imbal hasil US Treasury 10 tahun naik lebih dari 10 bps ketika S&P 500 anjlok semalam. Setelah European Central Bank (ECB) dan the Fed mensinyalkan kebijakan moneter bias ketat di 2017 maka saat ini fokus langsung beralih ke pertemuan BoE malam nanti dan BoJ pada 20 Desember 2016 mendatang.

“USD diperkirakan menguat tajam di pasar Asia hari ini,” pungkasnya.[]

loading...