HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Program Keterampilan Siswa Madrasah Aliyah Dioptimalkan Kemenag

3

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Kreativitas dianggap sebagai prestasi tertinggi dalam belajar. Sehingga keterampilan harus masuk dalam kurikulum, metode belajar, buku ajar, program-program ektra dan intrakurikuler.

Apabila unsur kreativitas tidak ada, kata dia, maka pendidikan akan kehilangan semangat vitalnya. Sehingga lembaga pendidikan berusaha keras memasukkan kegiatan yang mampu merangsang kreativitas.

“Salah satu wujudnya usaha tersebut adalah adanya kurikulum keterampilan atau vokasi di lembaga pendidikan madrasah,” kata kata Direktur Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Nur Kholis Setiawan, Jumat (16/12/2016).

Ia menyampaikan Drektorat Pendidikan Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag sebagai lembaga membawahi semua madrasah di Indonesia mencatat ada 234 madrasah yang memiliki program keterampilan sejak 1998.

Sebagian besar, lanjut dia, keterampilan bidang otomotif dan tata busana, sisanya di bidang komputer, teknologi informasi, teknik mesin, elektro, tata boga, kerajinan, pertanian, peternakan, dan sebagainya.

“Sekaranglah saatnya membekali peserta didik dengan keterampilan-keterampilan sebagai bekal hidup mereka, mengingat tidak semua lulusan madrasah tertarik dan berkesempatan melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi,” terangnya.

Kementerian Agama (Kemenag) berupaya mengoptimalkan program keterampilan bagi anak didik sekolah Madrasah Aliyah agar setelah lulus memiliki daya saing di dunia kerja. “Madrasah keterampilan ini merupakan ikhtiar pemerintah untuk membekali kecakapan hidup atau life skill para lulusan madrasah agar siap memasuki dunia kerja,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, madrasah yang sudah mapan memiliki program keterampilan yakni MAN 1 Garut, MAN 13 Jakarta, MAN Kendal, MAN 1 Jember, dan MAN 2 Banjarmasin Kalimantan Selatan. Selanjutnya MAN 13 Jakarta, MAN 15 Jakarta, MAN 8 Jakarta, MAN 1 Jakarta, MAN 22 Jakarta, MAN 1 Kendal, MAN 1 dan 2 Medan, MAN 1 Bukittinggi, MAN 1 dan 2 Watampone, MAN 1 Praya NTB, MAN 1 Bandung, MAN 2 Kudus dan MAN 1 Tuban.

“Ada juga beberapa madrasah aliyah yang baru lahir, misalnya MAN 2 Wates yang memiliki program keterampilan tata busana, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta pengolahan hasil pertanian,” ucapnya.

Ia menambahkan, program madrasah keterampilan tersebut didukung oleh Peraturan Menteri Agama RI Nomor 60 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah.

Madrasah keterampilan, lanjut dia, merupakan prototipe madrasah aliyah yang mengembangkan keunggulan kompetitif di bidang keterampilan, kejuruan ataukecakapan hidup.

“Untuk mendukung program ini, Direktorat Pendidikan Madrasah mengalokasikan anggaran dana pengembangan-pengembangan keterampilan di madrasah Aliyah tersebut,” ungkapnya.

loading...