HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

White House Merasa Terganggu dengan Pengakuan Rodrigo Duterte

4

HARIANACEH.co.id, WASHINGTON – Pengakuan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte bahwa ia pernah membunuh penjahat dengan tangannya sendiri, dianggap Gedung Putih sebagai pernyataan yang mengganggu.

“Pengakuannya sangat mengganggu. Hal itu pasti bertentangan dengan komitmen pemerintahan Filipina untuk proses dan aturan hukum,” ucap juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, seperti dikutip Associated Press, Jumat (16/12/2016).

Earnest juga mengungkapkan kekhawatiran AS tentang perang narkoba Duterte yang kini telah merenggut nyawa hingga 5.000 orang.

Sementara, dua senator Filipina yang selama ini memang gemar mengkritik pemerintahan Duterte, mengatakan bahwa pengakuan pria berusia 71 tahun itu bisa menjadi bumerang baginya.

Senator Leila de Lima dan Senator Richard Gordon mengatakan pernyataan tersebut bisa mendorong Duterte untuk bisa dimakzulkan.

“Itu pengkhianatan kepercayaan publik dan merupakan kejahatan tinggi karena pembunuhan massal tentu masuk dalam kategori tersebut. Dan kejahatan tinggi adalah dasar untuk dilakukannya pemakzulan,” kata de Lima.

Beberapa waktu lalu, Duterte mengaku pernah seorang diri membunuh tersangka kriminal ketika masih menjabat wali kota di kota kelahirannya, Davao. Ia pernah menyusuri sejumlah ruas jalan dengan sepeda motor untuk “mencari masalah.”

“Di Davao, saya sudah melakukannya sendiri. Hanya untuk menunjukkan kepada orang-orang (petugas polisi) bahwa jika saya bisa melakukannya, mengapa Anda tidak bisa,” katanya.

Mantan wali kota ini dijuluki “Duterte Harry”, mengacu tokoh fiksi “Dirty Harry” inspektur polisi kejam yang dimainkan Clint Eastwood, untuk dukungannya kepada grup pembawa maut yang main hakim sendiri, yang telah menewaskan ratusan tersangka kriminal.

loading...