HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Warga Konflik Aleppo Batal Dievakuasi ke Propinsi Idlin

Kondisi Allepo. (Aljazeera)
20

HARIANACEH.co.id, SURIAH – Proses evakuasi warga sipil dari Aleppo Timur terpaksa ditangguhkan. Sebab, pemberontak Al-Qaeda di provinsi Idlin diduga menolak evakuasi secara bersamaan dari dua desa pro-pemerintah.

Dilansir dari The Guardian, Jumat (16/12/2016), seorang sumber yang mengetahui soal evakuasi menyebutkan, penangguhan dikarenakan ada penolakan dari kelompok militan Jabhat Fateh al-Sham (sebelumnya bernama Front Al-Nusra) untuk mengevakuasi warga yang terluka dari desa Fua dan Kefraya. Dua desa itu merupakan desa Syiah di Idlib yang sudah dikepung bertahun-tahun.

Sementara itu, seorang pemberontak senior mengungkapkan, kelompok yang bersekutu oleh Al-Qaeda telah menyepakati evakuasi. JFS merupakan salah satu kelompok militan yang terkuat di Idlib.

Penolakan ini dikhawatirkan berdampak pada konflik yang lebih besar. Sementara nyawa warga sipil terancam karena kekurangan makanan, air, dan fasilitas kesehatan.

Sebanyak delapan ribu orang telah dievakuasi menggunakan bus, ambulans, dan mobil pribadi sejak Kamis hingga Jumat  pagi.

Evakuasi Desa Syiah merupakan bagian yang disepakati dari mediasi yang dilakukan Turki dan Rusia. Kebalikannya, pemberontak menuding pasukan pemerintah telah memblokir evakuasi dengan menembaki warga dan menyandera 25 kendaraan yang meninggalkan Aleppo Timur.

Pemberontak juga membantah pengumuman yang disiarkan Rusia bahwa evakuasi telah selesai. “Laporan yang anda dengar dari Rusia itu palsu, mereka kehilangan kontrol atas Iran dan tidak ingin terlihat buruk. Jadi mereka mengatakan seluruh evakuasi selesai,” ujar seorang pemberontak.

“Milisi Iran dan rezim pemerintahan merencanakan pembantaian di Aleppo timur dan para sandera,” tambah dia.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat