HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Idlib Terancam jadi Medan Perang Setelah Aleppo

7

HARIANACEH.co.id, JAKARTA — Pertempuran di Aleppo telah mencuri perhatian dunia, namun itu bukan satu-satunya medan perang aktif di Suriah. Salah satu target berikutnya bagi pasukan Presiden Bashar al-Assad adalah jantung wilayah pemberontak, Provinsi Idlib.

Provinsi di Barat Aleppo tersebut adalah basis kelompok jaringan Al-Qaeda yang dipenuhi puluhan ribu pemberontak. Ini membuat Idlib memiliki kemungkinan akan menjadi panggung lebih berdarah dibanding Aleppo.

Idlib memiliki jalur langsung ke perbatasan Turki, sponsor utama pemberontak Suriah. Akses ke perbatasan Turki berarti hampir semuanya tersedia di Idlib termasuk senjata dan perlengkapan lainnya. Idlib juga terletak hanya beberapa kilometer dari Hama, provinsi utama dan titik kunci pertahanan benteng pesisir Assad dan dekat pangkalan militer Rusia.

Assad sendiri telah menyarankan prioritas utamanya setelah memperkuat wilayah disekitar Aleppo adalah Idlib. “Mengidentifikasi kota apa berikutnya tergantung pada kota yang mengandung jumlah teroris terbesar dan kota mana yang memberikan negara-negara lain kesempatan untuk mendukung mereka secara logistik,” ujar Assad seperti dilansir AP.

Assad juga mengatakan terdapat hubungan langsung antara Aleppo dan Idlib karena kehadiran kelompok Fatah al-Sham Front di dalam dan sekitar kedua provinsi tersebut. Keputusan terkait kota berikutnya juga akan dilakukan setelah diskusi dengan sekutunya, Rusia dan Iran.

Selama dua tahun terakhir, Assad telah menerapkan kebijakan pengepungan dan gencatan senjata lokal untuk memaksa penyerahan diri. Ribuan pemberontak dan pendukung oposisi telah dideportasi ke Idlib, sebuah pengasingan paksa yang banyak dilihat sebagai upaya untuk mengumpulkan para pejuang dalam satu lokasi di mana mereka kemudian dapat dihilangkan.

“Pemerintah ingin mempersiapkan orang, secara psikologis, untuk gagasan bahwa Idlib adalah Kandahar dari Suriah,” ujar Ibrahim Hamidi, seorang jurnalis surat kabar milik Saudi Al Hayat.

Hamidi merujuk pada provinsi Kandahar di Afghanistan, basis pemerintah Taliban 1996-2001. Menurutnya kehadiran begitu banyak militan akan memudahkan pemerintah dan sekutunya untuk kemudian membenarkan sebuah serangan besar-besaran.

Provinsi Idlib memiliki konsentrasi pemberontak paling kuat. Menurut Institute untuk Studi Perang, lebih dari 50.000 pemberontak berkumpul kembali di bawah organisasi Jaish al-Fatah, atau Tentara Penakluk, yang dipimpin oleh afiliasi Al-Qaeda.

Idlib juga salah satu dari beberapa daerah di Suriah yang tidak dihadiri oleh kelompok Islamic State (ISIS) dan pemerintah, kecuali dua desa kecil mayoritas Syiah yang dikuasai pemerintah.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time