HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

“Eumpang Breueh” Hibur Anak Pengungsi Korban Gempa Pidie Jaya

11

HARIANACEH.co.id, PIDIE JAYA — Dua personil Group lawak “Eumpang Breueh” menghibur anak-anak korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, dalam rangka menghilangkan trauma yang mereka alami akibat musibah yang terjadi 7 Desember 2016.

Dua komedian bersama tim relawan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) yang dipimpin Tgk Faisal Aly mendatangi beberapa lokasi pengungsian untuk menghibur anak-anak dan juga memberi bantuan untuk anak-anak yatim piatu di Kabupaten Pidie Jaya, Minggu (19/12/2016).

Lokasi pengungsian yang didatangi tim relawan dan personil “Eumpang Breueh” yakni Desa Kuta Pangwa dan Mee Pangwa, Kecamatan Trieng Gadeng.

Kedatangan tim telawan KWPSI disambut gembira oleh anak-anak yang ternyata sudah menanti cukup lama. Dua personil “Eumpang Breueh” Bang Him Borning dan Aduen Jelas sepertinya tidak asing lagi bagi mereka.

Meskipun selama ini melihat melalui VCD atau televisi lokal, namun mereka sangat kenal, apalagi salah satu dari pelawak itu, yakni Him Borning memakai kacamata khasnya yang berukuran besar melebihi kaca mata normal.

Ketika tim baru tiba di tempat pengungsian Masjid Jami’ Quba Desa Kuta Pangwa dalam perjalan dari Banda Aceh pada pukul 13.00 WIB langsung mendapat sambutan dari anak-anak dan juga orang dewasa yang juga sangat mengenali Bang Him Borning dan Aduen Jelas.

Setelah Shalat Dhuhur, Bang Him Borning dan Aduen Jelas serta dibantu relawan KWPSI Cek Midi mengadakan pertemuan dengan anak-anak.

Aduen Jelas mengatakan, kedatangan mereka ke Pidie Jaya ini untuk menghibur adek adek semua yang selama ini masih tinggal di pengungsian, karena masih trauma untuk pulang ke rumah.

Untuk menambah semangat anak-anak tim KWPSI juga membagikan makanan ringan, seperti susu kotak dan coklat.

Suasana pada saat itu cukup menyenangkan, anak-anak sangat terhibur dan juga ibu-ibu yang membawa anak-anaknya.

Di saat pertemuan itu juga diselingi dengan membaca Alquran dan ilmu agama. Dan ternyata anak-anak masih hafal membaca surat-surat pendek dan pengetahuan agama seperti nama-nama Rasul dan Nabi, Malaikat, Rukun Islam dan Rukun Iman.

Setelah itu, relawan bertolak ke rumah salah satu anggota KWPSI, Badar untuk bersilaturrahmi dan sekaligus takziah, karena sembilan orang keluarganya meninggal dalam musibah gempa.

Selain takziah, di situ juga anak-anak berdialog dengan Bang Him Morning. Mereka sangat senang bisa bertemu dengan bintang idolanya. Mereka sangat akrab dan saling memperlihatkan kebolehan untuk membaca Alquran surat-surat pendek dan doa-doa sehari-hari.

Pada kesempatan itu, KWPSI juag memberikan sumbangan kepada 15 anak yatim dan piatu yang orang tuannya meninggal saat musibah gempa. Bantuan berupa uang masing-masing Rp200 ribu.

Terakhir, tim relawan KWPSI mendatangi pengungsian di Desa Mee Pangwa di Kecamatan Tringgadeng. Di sana juga mereka menghibur anak-anak.

Bang Him Morning dan Aduen Jelas tetap menjadi bintang, karena anak-anak menyambut gembira kedatangan pelawak tersebut.

“Alhamdulillah, anak-anak sangat terhibur dengan kehadiran Bang Him dan Aduen. Sepertinya tidak ada kejadian apa-apa yang menimpa mereka. Anak-anak sangat senang dan gembira,” kata Cek Midi.

Selain itu, KWPSI selama musibah juga membuka Posko Peduli Pidie Jaya yang menampung bantuan dari masyarakat baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Jadi, kita menampung bantuan dari mana saja untuk disalurkan kepada korban gempa. Alhamdulillah kebutuhan pangan cukup untuk korban, baik yang masih di lokasi pengungsian mauoun yang sudah pulang ke rumah,” kata Koordinator Posko KWPSI Peduli Pidie Jaya, Badar.[]

loading...