HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Inilah Cara Memberikan Perhatian Bagi Balita

3

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Jennifer Torres Siders dari Parents Magazine menyampaikan jika pada usia balita, anak-anak sebenarnya sudah dapat belajar bagaimana caranya memahami perasaan orang lain.

“Putri kami, Alice, berusia 18 bulan ketika saya dan suami membawanya untuk mengunjungi teman-teman yang memiliki anak usia yang sama. Saat mereka sedang bermain, kedua gadis meraih telepon mainan yang sama. Hal tersebut sontak membuat teman Alice berteriak, karena menginginkan mainan yang sama. Namun apa yang terjadi berikutnya adalah hal yang tidak terduga. Ketika mendengar teriakan temannya, Alice langsung memberikan telepon mainan kepada temannya dan menciumnya. Ternyata, anak saya memiliki rasa empati yang tak saya sadari,” ujar Jennifer Torres.

Carol Anne Wien, Ph.D., seorang ahli anak usia dini dan profesor emeritus di York University, di Toronto Bahkan, menyatakan jika usia balita adalah waktu yang tepat untuk mengajari seorang anak belajar peduli pada sekitar.

“Orang tua harus mengarahkan anaknya untuk belajar peduli, berempati. Karena ini adalah dasar dari semua hubungan,” tandas Carol Anne Wien.

Untuk mendapatkan rasa empati dari seorang balita banyak jalannya, para orang tua tak perlu khawatir. Berikut cara agar anak Anda memiliki rasa peduli:

1. Ajak Berbicara

Rahmat Resurrección, seorang ibu di Anaheim, California, menggunakan percakapan untuk memunculkan perasaan dengan anaknya yang kini berusia 2 tahun, bernama Victor. Percakapan ini membantu memperkuat kesadaran Victor akan perasaan orang lain dan mengajarinya kosakata dalam berbicara. Karena balita senang menjadi pusat perhatian.Sehingga dengan berbicara, atau menceritakan kisah-kisah, dapat membuat anak-anak menyadari bagaimana tindakan mereka mempengaruhi orang-orang.

2. Memberikan Contoh

“Melihat Anda berinteraksi dengan orang lain adalah salah satu cara yang paling ampuh mengembangkan empati anak Anda,” kata Deborah Ph.D., profesor psikologi di Universitas Wake Forest, di Winston-Salem, North Carolina.

Gunakan kesempatan tersebut untuk menunjukkan sensitivitas. Bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menanyakan pasangan akan pergi ke mana, membukakan pintu dan mempersilahkan orang tua untuk masuk terlebih dahulu ke rumah, atau membantu seorang anak yang terjatuh di tempat bermain. “Ketika Anda berempati, Anda menunjukkan anak Anda bagaimana untuk melakukannya juga,” ujar Deborah.

3. Memberikan Latihan

Alison Gopnik, Ph.D., penulis The Gardener and the Carpenter: What the New Science of Child Development Tells Us About the Relationship Between Parents and Children, menyampaikan jika sebagai orang tua harus memperluas kesadaran Anak.

Karena setiap orang menyukai hal yang berbeda. Seperti ketika Anda menyukai brokoli, namun tidak dengan suami Anda.

“Ini akan mengajarkan kepadanya bahwa setiap orang berbeda,” jelas Dr. Gopnik. Anda dapat mengajari anak Anda bagaimana cara mengenali dan memenuhi kebutuhan orang lain. Biarkan anak membantu Anda ketika memenuhi kebutuhan orang lain, atau bahkan hewan peliharaannya. Atau ketika ada temannya yang menangis di taman bermain, Anda bisa meminta anak untuk meminjamkan mainannya agar temannya tidak menangis lagi.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time