HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Penerima Dana Dugaan Makar Diperiksa Polisi

10

HARIANACEH.co.id — Penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya memeriksa Yakub A Arupalaka sebagai saksi terkait kasus dugaan makar. Bendahara Partai Priboemi itu diduga kuat menerima aliran dana dari salah satu tersangka dugaan makar.

Yakub mengaku, dirinya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Rachmawati Soekarnoputri. Dalam pemeriksaan ini, Yakub dicecar sejumlah pertanyaan terkait aliran dana dugaan makar dengan memanfaatkan massa aksi damai 212.

“Subtansinya (ditanyain) aliran dana untuk mobil komando saat dipakai orasi di aksi 212,” ujar Yakub usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/12/2016).

Namun mobil tersebut sama sekali tak terpakai saat aksi super damai 212 berlangsung di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat 2 Desember lalu. Kendati mobil tersebut sudah disiagakan di kawasan Bundaran HI sejak Kamis 1 Desember malam.

“(Mobil) saya simpan di Hotel Grand Hyatt dan paginya (rencananya) akan kami bawa ke Patung Kuda,” tutur Yakub.

Yakub sejatinya telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan makar sebanyak dua kali. Pemeriksaan pertama dilakukan pada Jumat 9 Desember 2016 lalu atau seminggu pasca penangkapan sejumlah aktivis dan tokoh nasional terkait kasus makar.

“(Pertanyaan pada pemeriksaan sebelumnya) sama, mempertegas mobil dan aliran dana,” tandas Yakub.

Sebanyak 11 aktivis dan tokoh nasional ditangkap di beberapa tempat dalam waktu yang hampir bersamaan, Jumat pagi, 2 Desember 2016, atau sesaat jelang aksi damai 212 di Monas, Jakarta Pusat. Mereka diduga kuat terlibat upaya makar.

Tujuh tersangka makar yakni Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan 24 jam di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Begitu juga terhadap musikus Ahmad Dhani yang dalam penangkapan ini ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat.

loading...