HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Diduga Lakukan Makar, Ini Curahan Hati Sri Bintang Pamungkas

Sri Bintang Pamungkas. (MI/Susanto)
5

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Sri Bintang Pamungkas menjalani pemeriksaan di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Namun, aktivis era orde baru itu terus menolak di-BAP oleh penyidik.

Sri Bintang rela menghabiskan waktu seumur hidup di penjara selama hukum belum ditegakan.

Menurut kuasa hukum Sri Bintang, Razman Arief Nasution, hak kliennya telah dirampas oleh penyidik sejak ditangkap dan ditetapkan dalam kasus dugaan makar.

“Nah sekarang kan beliau tidak dikeluarkan, diperiksa, di-BAP tanpa ada namanya penangguhan penahanan, kemudian ini dipaksakan juga, penahanan ditambah lagi, ya beliau bilang prinsipnya ‘saya lebih baik di dalam daripada di luar kalau saya tidak bermakna untuk bangsa ini, selama hukum belum tegak’,” kata Razman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Kepada Razman, Sri Bintang mengatakan, lebih memilih menghabiskan hidupnya di dalam tahanan. Sri Bintang menilai, penangkapan atas dirinya oleh polisi tidak berdasar.

“Iya, ‘selama hukum tidak tegak, saya lebih baik di dalam saja’. Biar saja dia di dalam untuk selamanya, yang penting hukum berjalan sebagaimana mestinya, kan aneh itu. Ya begitulah maunya,” ungkap Razman.

Razman mengatakan, sejak awal ditetapkan sebagai tersangka, Sri Bintang menolak di-BAP dalam materi penyidikan dugaan makar. Sebab, Sri Bintang merasa apa yang dia sampaikan ke MPR adalah aspirasinya, bukan makar.

Sebelumnya, istri Sri Bintang, Ernali, mengatakan, suaminya ditangkap pada tanggal 2 Desember lalu setelah mengirimkan surat ke MPR/DPR, yang isinya salah satunya meminta dilakukan sidang istimewa untuk mencabut mandat Presiden Joko Widodo.

Namun, sejumlah aktivis lainnya yang juga menjadi tersangka mengungkap bahwa agenda Sri Bintang itu berbeda dengan agenda para aktivis lainnya.

Meski begitu, menurut Razman, kliennya itu juga memiliki keinginan yang sama dengan aktivis lainnya yaitu mengembalikan amandemen UUD 1945 ke UUD 1945 yang asli.

“Sri Bintang juga sama, minta negara diperkuat, hukum ditegakan, dia cuma berkirim surat agar diganti pemerintahan kalau tidak ada perubahan dari hari ke hari, kan aspirasi,” pungkas Razman.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat