HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Dewan Keamanan PBB Perintahkan Israel Hentikan Pembangunan Pemukiman Baru

11

HARIANACEH.co.id, NEW YORK — Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengeluarkan resolusi yang memerintahkan Israel untuk menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di lahan Palestina.

Dalam langkah yang jarang dilakukan, Amerika Serikat (AS) justru mengambil suara abstain terhadap resolusi. AS bahkan menolak untuk memberikan veto atas keputusan DK PBB yang mengikat ini.
Suka cita pun pecah di saat DK PBB meloloskan untuk mengadopsi Resolusi 2334 mengenai Proses Perdamaian Timur Tengah. 14 anggota tetap dan tidak tetap DK PBB memberikan dukung, satu negara yakni AS memberikan suara abstain.
Langkah dari DK PBB tetap berlangsung meskipun ada upaya dari Israel dan didukung oleh Presiden terpilih AS Donald Trump untuk memblokir teks tersebut.
Menyelamatkan solusi dua negara
Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power memaparkan mengapa negaranya memutuskan abstain atas keputusan ini. Menurutnya hal itu datang dari kekhawatiran dari ekspansi warga Yahudi yang mengancam solusi dua negara yang ditujukan untuk menciptakan perdamaian antara Palestina dan Israel.
“Kami tidak bisa menghalangi resolusi ini karena terus mencari jalan peluang agar kedua negara bisa hidup berdampingan dalam damai,” tutur Dubes Power, seperti dikutip AFP, Sabtu (24/12/2016).
“Masalah pemukiman terus memburuk dan kini mengancam kelangsungan upaya solusi dua negara,” tegasnya.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, menyambut baik diloloskannya resolusi itu. Ban menyebutnya sebagai langkah signifikan dan memperlihatkan kepemimpinan dari DK PBB serta upaya komunitas internasional agar menjaga terwujudnya solusi dua negara.
Resolusi ini mengharuskan Israel secepatnya menghentikan secara keseluruhan aktivis pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina. Termasuk di wilayah Yerusalem Timur.
Hingga saat ini ada sekitar 430 ribu warga Israel yang tinggal di Tepi Barat dan 200 ribu lainnya di Yerusalem Timur. Kedua wilayah itu nantinya akan dijadikan sebagai wilayah Palestina merdeka.[]
loading...