HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Istana Presiden Korsel Kemungkinan Digerebek, Dugaan Skandal Korupsi

7

HARIANACEH.co.id — Jaksa khusus Korea Selatan (Korsel) yang menyelidiki skandal korupsi melibatkan Presiden Park Geun-hye mempertimbangkan menggerebek kantor kepresidenan untuk memperdalam investigasi. Jika jadi dilakukan, maka penggerebekan akan dibuka ke hadapan publik.

Tim jaksa khusus sedang menyelidiki tuduhan bahwa Park berkolusi dengan temannya, Choi Soon-sil, dan para ajudannya untuk menekan perusahaan-perusahaan besar dalam menyumbangkan sejumlah dana ke yayasan yang sudah dibuat sebelumnya.

“Terkait (rencana) penggerebekan ke Blue House (Istana Kepresidenan Korsel), untuk melaksanakan itu, tidak ada pilihan lain selain melibatkan publik,” kata Lee Kyu-chul, juru bicara tim jaksa khusus kepada wartawan dalam sebuah pengarahan.

“Kami masih mempertimbangkan apakah penggerebekan diperlukan, dan jika diperlukan apa yang akan dituju dari operasi itu,” sambungnya seperti disitat Reuters, Minggu (25/12/2016).

Park, yang ayahnya memerintah Negeri Ginseng selama 18 tahun setelah merebut kekuasaan dalam kudeta 1961, telah didakwa dalam pemungutan suara parlemen 9 Desember.

Dia membantah berbuat kesalahan, tetapi meminta maaf atas kecerobohan dalam hubungannya dengan Choi, wanita yang menghadapi sidang pengadilan tersendiri.

Jaksa mengatakan mereka membutuhkan akses ke Istana Presiden sebagai bagian dari penyelidikan mereka. Pihak Istana menolaknya.

Park memiliki kekebalan hukum dari tuntutan selama dia menjabat presiden, meskipun kekuatannya telah dibekukan sejak parlemen bersuara untuk pemakzulan.

Ratusan demonstran, termasuk sekitar 200 pemuda berpakaian Santa Claus, turun ke jalanan pusat kota Seoul, Sabtu 24 Desember. Ini adalah unjuk rasa pekan kesembilan yang berlangsung berturut-turut untuk menuntut pengunduran diri Park. []

 

loading...