HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kepala Dinas Pengairan Aceh Besar Jadi Tersangka Kasus Korupsi

10

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DIRESKRIMSUS) Polda Aceh telah menetapkan Kepala Dinas Pengairan Aceh Besar, Ir. H. Azwar, MM dan Pejabat Pelayanan Teknis Kegiatan (PPTK) Mualem, ST, MSi sebagai tersangka kasus korupsi proyek pembuatan tebing pengamanan Krueng Aceh di Lampaseh Krueng, Montasik, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (24/12/2016) kemarin lusa.

Dari amatan HARIANACEH.co.id, Kasus korupsi tersebut telah merugikan uang negara sebesar 1,5 miliar lebih dan mengakibatkan kerugian besar yang dialamai Negara. Kadis Pengairan Aceh Besar dan kawan-kawan lainnya diduga telah membiarkan pengalihan tanggung jawab dari tersangka Abdul Hamid (Direktur PT. Tity Nasa Daya) kepada tersangka Nazarudin.

Selain itu juga ia ikut juga mengesahkan progress report pekerjaan yang tidak sesuai dilaksanakan di lapangan serta telah memerintahkan untuk melakukan pembayaran pada saat progress yang kurang dari yang dilaporkan.

Dir Reskrimsus Polda Aceh, Pol Zulkifli SST, MK, SH, MM kepada HARIANACEH.co.id mengatakan bahwa berkas perkara untuk tindak pidana korupsi proyek pengaman tebing Krueng Aceh di Desa Lampaseh Krueng itu telah dinyatakan P21 (berkas lengkap). Karena itu, para tersangka akan segera diserahkan ke Kejaksaan.

“Berkas perkara untuk tindak pidana korupsi proyek pengaman tebing Krueng Aceh di Desa Lampaseh Krueng ini telah dinyatakan P21. Para tersangka akan segera diserahkan ke Kejaksaan,” jelasnya.

Bersama tersangka, polisi juga telah menetapkan lima orang penerima pekerjaan dan empat pengawas pekerjaan lapangan lainnya sebagai tersangka. Dan penyidik kasus korupsi tersebut telah dinyatakan P21 dan akan diserahkan ke Kejaksaan.

Sedangkan dua kontraktor yakni Abdul Hamid Direktur PT Tity Nasa Daya dan Nazaruddin alias Nazar alias Mandred alias Sidred telah divonis masing-masing 4 tahun dan 7 tahun penjara. Lalu dari kedua tersangka, uang negara yang berhasil diselamatkan hanya Rp 17 juta lebih dan satu unit mobil RAV 4.[]

Editor: ipuL Hayat

loading...