HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Penyembuhan Flu Dapat Dioptimalkan dengan Cara Hidrasi

9

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Saat ini, Indonesia sedang memasuki musim pancaroba. Datangnya musim pancaroba ditandai dengan adanya angin kencang, puting beliung, hujan terjadi secara tiba-tiba dan dalam waktu singkat, udara terasa panas dan arah angin tidak teratur. Perubahan udara dan temperatur akan memengaruhi kondisi tubuh, karena secara otomatis tubuh akan berusaha menyesuaikan dengan temperatur sekitar.

Pada saat seperti itu, imunitas atau daya tahan tubuh manusia terhadap serangan penyakit menjadi menurun. Tak hanya musim pancaroba yang mesti diwaspadai, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan di Indonesia akan terjadi pada awal 2017.

Musim hujan identik dengan musim di mana banyak penyakit bermunculan. Mulai dari flu, demam, diare, hingga penyakit endemik demam berdarah (DBD). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia, terhitung sejak tahun 1968 hingga 2009, World Health Organization (WHO) mencatat Indonesia sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara.

Salah satu penyakit yang umum terjadi pada saat musim hujan adalah influenza atau flu. Jika menderita flu, berarti sistem imunitas sedang turun. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh gampang terserang virus lainnya. Flu dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang menyebabkan efek berbahaya bagi kesehatan.

Gejala flu ditandai dengan demam, bersin, hidung tersumbat, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan tubuh terasa nyeri. Pada beberapa orang, dapat juga muncul gejala muntah dan diare. Data di Indonesia menunjukkan, flu terjadi sepanjang tahun. Angka penderita kian melonjak selama musim hujan dan puncaknya terjadi pada Desember hingga Januari. Flu merupakan penyakit yang termasuk self-limiting disease, artinya penderita akan sembuh dengan sendirinya melalui sistem pertahanan tubuh (imun). Umumnya flu dapat sembuh dalam waktu dua hingga tujuh hari.

Baca Juga

Tak banyak orang yang tahu bahwa obat-obatan yang umum dikonsumsi selama flu seperti penghilang demam, obat batuk, atau pilek, hanya berfungsi mengobati gejala flu. Bukan mengatasi penyebab dari penyakit itu sendiri.

Berbicara mengenai pemulihan flu, ternyata dehidrasi adalah musuh utama dalam proses penyembuhan flu. Saat flu, tubuh rentan mengalami dehidrasi yang disebabkan oleh keluarnya cairan tubuh yaitu air dan ION melalui demam, keringat, atau ingus. Dehidrasi harus dicegah selama sakit flu karena dapat memperlambat proses menyembuhan. Untuk itu penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dalam jumlah cukup. Selain itu, hal ini juga membantu untuk mengencerkan dahak kental yang menggangu.

Mengapa kebutuhan cairan tubuh harus tercukupi?  Sebenarnya tubuh memproduksi zat bernama histamin yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, dan berperan dalam menjaga kekebalan tubuh. Namun ketika mengalami dehidrasi, histamin “lebih sibuk” mengatur kadar cairan tubuh, daripada menjaga kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh tidak bekerja secara optimal.

Cairan tubuh manusia tidak hanya terdiri dari air saja namun juga ION. Karena itu dalam memenuhi kebutuhan cairan tubuh, dianjurkan minum cairan yang mengandung ION dan komposisinya mirip dengan cairan tubuh seperti Pocari Sweat. ION juga membuat cairan dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh sehingga rehidrasi lebih optimal.

Walaupun terdengar mudah, mencukupi kebutuhan cairan tubuh menjadi tantangan tersendiri, mengingat terkadang penderita flu mengalami mual dan kehilangan nafsu makan. Penting untuk diingat, pencegahan dehidrasi tetap merupakan salah satu faktor penting saat pemulihan flu. Jadi, pastikan hidrasi yang tepat untuk membantu pulihkan  flu lebih cepat.[]

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time