HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Unsyiah Prioritaskan Enam Program Penanganan Pascagempa

Rektor Unsyiah, Samsul Rizal. Foto (HAI/ R Denny)
29

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Samsul Rizal mengatakan Unsyiah akan berperan dalam penanganan pasca-gempa yang terjadi di Pidie Jaya dan sekitarnya.

Hal tersebut diungkapkan Samsul Rizal saat konferensi pers usai menggelar Workshop Jurnalisme Kebencanaan yang diisi oleh Ahmad Arif selaku Wartawan Harian Kompas, di Gedung Biro Rektorat Unsyiah, Kamis (29/12/2016).

Ia menyampaikan bahwa, Unsyiah akan fokus pada enam program yang di prioritaskan. Program-program tersebut antara lain, pendampingan proses pembangunan fisik bangunan dan infrastruktur seperti klinik bangunan tahan gempa, membantu pemulihan layanan di bidang kesehatan, melalui pembangunan rumah sakit kontainer (sementara).

Kemudian, melakukan pemetaan patahan aktif di Aceh (Aceh Seismometer Network), membantu pemulihan bidang pendidikan, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, mendirikan rumoh pembelajaran gempa dan menyusun naskah akademik qanun pendidikan kebencanaan di Aceh.

Samsul Rizal menjelaskan bahwa Unsyiah akan siap membantu pemerintah dalam mendukung program yang nantinya akan dilakukan.

“Kedepan kita akan terus membantu dan mendukung pemerintah untuk membangun bangunan-bangunan yang tahan terhadap gempa, sekaligus kita akan mengedukasi masyarakat yang berdekatan daerah-daerah sesar yang tidak jauh dari pusat gempa,” jelas Samsul Rizal.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini masyarakat masih kurang peduli karena salah satunya tidak ada kebijakan dari pemerintah dalam mewajibkan latihan-latihan terhadap mitigasi bencana.

Kata dia, kebijakan seperti ini juga tidak perlu menggunakan dana yang besar.

“Sebenarnya tidak perlu dana besar, tapi bagaimana sekolah yang di daerah-daerah gempa dan daerah-daerah yang terjadi tsunami itu trus mewaspadai dengan diadakannya pelatihan bagi mereka. Saat terjadi gempa atau tsunami mereka sudah siap,” ujarnya.

Rektor Unsyiah ini juga mengharapkan kepada Pemerintah Aceh dapat dipasang seismograf, sehingga dapat mendeteksi gerakan-gerakan kecil yang diakibatkan oleh gempa.

“Ada proposal dari Unsyiah untuk memasang seismograf di seluruh Aceh, sehingga nantinya bisa mendeteksi gerakan-gerakan sekecil apapun dan juga mewaspadai gempa besar. Kedepan kita terus membantu pemerintah untuk membangun bangunan-bangunan yang tahan terhadap gempa sekaligus mengedukasi masyarakat,” jelasnya.[]
Editor: Eko Densa

Komentar
Sedang Loading...
Memuat