,

BI Aceh: Uang Baru Dicetak Perum Peruri

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Ahmad Farid saat menyerahkan plakat bergambar mata uang NKRI kepada MPU Aceh. FOTO: Muhammad Fadhil/Bank Indonesia.

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Ahmad Farid menyatakan percetakan mata uang rupiah tetap memakai undang-undang. Pernyataan tersebut dikeluarkan pada saat pertemuan BI bersama Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dalam rangka sosialisasi uang NKRI dan budaya cinta rupiah, di Gedung MPU, Lampeneuret, Selasa (10/01/2017).

Pantauan HARIANACEH.co.id, Ahmad Farid mengatakan ada isu kebohongan mengenai Bank Indonesia bekerjasama dengan pihak perusahaan swasta mengenai percetakan mata uang baru tahun emisi 2016. Ia menjelaskan Bank Indonesia mencetak uang tetap mengikuti undang-undang yang telah ditetapkan.

“Mengenai berita tersebut, itu berita tidak benar dan bersifat fitnah, kalau itu terjadi artinya bahwa Bank Indonesia telah melanggar undang –undang No. 7 tahun 2011, terkait dengan mata uang,” Kata Farid.

“Dengan adanya isu tersebut, Bank Indonesia pusat telah melayangkan surat kepada Bareskrim Polri,” sambung Farid.

Ia kembali menjelaskan, Bank Indonesia tetap melakukan percetakan uang melalui pemerintah dengan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERUM- PERURI).

“Bank Indonesia mencetak uang dengan PERURRI dan itu sudah diatur dengan undang-undang yang ada,” jelas Farid.

Selain isu tersebut, ada kabar yang mengatakan kalau mata uang baru tahun emisi 2016 mirip dengan mata uang Yuan atau uang Chinese.

“Uang NKRI ini sudah standar international, bahkan uang yang dicetak terakhir ini adalah uang yang terbaik diseluruh dunia. Artinya uang yang dicetak adalah uang yang sulit ataupun susah untuk dipalsukan,” kata Farid.

 

Editor: Eko Densa

loading...

Terkait Pelayanan Publik, Kota Banda Aceh Masuk Zona Mendekati Merah

Kim Kardashian.

Kim Kardashian Dirampok Di Prancis, 16 Orang Diamankan