Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Kebijakan Tertutup Donald Trump Dikutuk Media Asia

HARIANACEH.co.id, WASHINGTON – Sehari setelah Donald Trump menjadi Presiden AS dan bersumpah untuk menempatkan prioritas Amerika Serikat (AS), media Asia mengecam kebijakan isolasi, takut mereka akan  terlena dengan ekonomi global dan menabur perselisihan internasional secara luas.
Dalam pidato pelantikannya, Donald Trump mengatakan pekerja AS telah dihancurkan oleh keluarnya pekerjaan ke luar negeri sebagaimana dalam salah satu tema utama kampanye yang membuat AS menjadi kuat lagi.
Di Jepang, salah satu sekutu tertua dan paling setia bagi AS,  sejumlah media mengkritik pemerintahan baru AS, dengan mengatakan dunia sedang berada di “wilayah tak terduga.”
“Apakah pernah ada pemerintahan AS baru yang mulai dengan menyebarkan kegelisahan, tanpa harapan, di seluruh dunia?” kata media konservatif Jepang Yomiuri Shimbun dikutip dari Reuters, Minggu (22/1/2017).
Media itu juga menambahkan bahwa Trump siap untuk mengabaikan kedua aliansi dan norma-norma global jika mereka tidak menguntungkan AS.
Media liberal Jepang Asahi Shimbun mengatakan Trump, yang menyerukan sekutu seperti Jepang dan Korea Selatan untuk mengambil bagian lebih besar untuk biaya pertahanan global atau menghadapi kemungkinan penarikan Pasukan AS dari kedua negara, akan menimbulkan risiko bagi tatanan global yang lebih bebas setelah Perang Dunia II dan perang Dingin.
“Akan tak terduga ketika angin puyuh Donald Trump menyeberangi perbatasan AS untuk menyebarkan perpecahan dan konflik? Pemimpin dari  Gedung Putih harus menyadari tanggung jawab berat yang menyertainya,” katanya.
Sementara media pemerintah Tiongkok, berharap pemerintah AS memahami pentingnya hubungan dengan Tiongkok sekaligus bersiap untuk menghadapi kemungkinan yang terburuk.
“Apa yang penting adalah untuk mengontrol dan mengelola sengketa dan menemukan cara untuk mengatasinya,” kata edisi luar negeri dari media resmi Partai berkuasa Komunis Harian Rakyat.
Kekhawatiran tentang gesekan antara dua negara adidaya naik lebih banyak di wilayah asia.
“Sebagai negara pengekspor bergantung pada Tiongkok dan AS, kami akan menderita lebih besar terhadap proteksionisme AS dan setiap perang dagang,” kata media asal australia, Sydney Morning Herald.
Media Thailand, The Nation mengatakan, bahwa di bawah Trump, AS menjadi lebih tak terduga seperti dalam acara televisi reality show yang pernah dipimpin oleh taipan terkenal itu.
“Reality show telah menjadi kenyataan. Kita akan mengetahui apakah Amerika bisa menjadi hebat lagi. Dan apakah kata besar mengambil makna yang tak terduga,” jelas The Nation.[]

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya