Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Komplotan Pembunuh Bayaran Menghabisi Nyawa Kuna

HARIANACEH.co.id, MEDAN – Tertangkapnya pelaku penembakan Indra Gunawan, 45, alias Kuna, membuka tabir sindikat pembunuh bayaran di Sumatera Utara.
Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan, penembakan itu melibatkan lima orang. Yakni, Rawindra alias Rawi, Jo Hendal alias Zen, Putra, Chandra alias Ayen, dan John Marwan Lubis.
Rawi yang diketahui sebagai warga Jalan Waru Medan bertindak sebagai perekrut dan perencana. Jo bertindak sebagai pengendara motor dengan Putra sebagai eksekutor. Sedangkan Chandra dan John bertindak sebagai penyimpan senjata api.
Kelompok ini, kata Rycko, cukup terorganisir. Mereka telah melakukan pembunuhan sebanyak dua kali.
“Pembunuhan yang diungkap ada dua seri. Pertama 5 April 2014, seri kedua pada 18 Januari 2017,” kata Rycko beserta jajaran saat memberikan keterangan pers di RS Bhayangkara Polda Sumut, Minggu (22/1/2017).
Terbongkarnya komplotan ini berawal dari tertangkapnya dua orang di luar lima tersangka pembunuh Kuna. Mereka adalah M Muslim dan Wahyudi alias Culun.
Keduanya ditangkap beradasarkan laporan LP/841/K/IV/2014/SPKT Resta Medan. Laporan itu dilayangkan oleh Kuna kepada Polresta Medan.
Saat itu yang menjadi korban adalah Wiria, karyawan Kuna. Muslim dan Wahyudi merupakan eksekutor pembunuhan Wiria yang dilakukan pada April 2014.
Dari situ,tim gabungan Polrestabes Medan dan Polda Sumut meringkus pelaku lainnya. “Muslim waktu itu eksekutor sedangkan Culun pengemudi motor,” kata Rycko.
Kepada polisi, keduanya sempat mendapat tawaran eksekusi tahap dua dengan target Kuna. Tapi, mereka menolak. “Dari situ kita mengungkap jaringan besar ini,” ujar Rycko.
Polisi menangkap satu per satu tersangka pembunuh Kuna. Dua di antaranya tewas diterjang peluru petugas.
“Saat ditangkap ada perlawanan dengan katana dan pisau. Yang meninggal adalah Rawi dan Putra,” beber Rycko.
Polisi menyita tiga pucuk senjata api, sebilah katana, pisau, ponsel, kartu ATM dan buku tabungan sebagai barang bukti. Sampai saat ini, pihak kepolisian masih terus mengembangkan kasus tersebut.
“Kita akan terus ungkap apa ada kasus pembunuhan lain yang dikerjakan oleh mereka. Hari ini rumah mereka kita police line, untuk mendapatkan petunjuk lain apakah ada kasus lain,” ungkap Kapolda Sumut.
Indra Gunawan alias Kuna tewas tertembak di depan toko reparasi airsoft gun miliknya di Jalan Ahmad Yani (Kesawan) Medan, pada Rabu, 18 Januari 2017.
Peluru menembus dada kiri Kuna dan mengenai pembuluh darah besar. Kuna tewas meski sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. (Mtvn)

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya