Harian Aceh Indonesia
HARIANACEH.co.id

Baru Dicambuk 15 kali, Wanita ini Menangis, lalu Tumbang. Dokter: Kondisinya Syok

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Pelaku Ihktilat (bercumbu tanpa ikatan nikah) Linda tak kuasa menahan tangis ketika dieksekusi cambuk. Ia sempat dua kali tumbang saat algojo menghempaskan rotan ke punggungnya.

Kejadian itu terjadi pada saat proses hukuman cambuk bagi tiga pelaku Ihktilat yang diselenggarakan Pemerintah Kota Banda Aceh dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh di Masjid Al-Muchsinin, Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Rabu (2/2/2017).

Linda (21 Tahun) warga Aceh tengah didera hukuman cambuk sebanyak 26 kali. Ia tumbang pertama kali pada cambukan keempat dan tim dokter memilih untuk menurunkannya dari panggung guna memeriksa kesehatannya.

Tak lama kemudian, merasa telah pulih, Linda kembali dibawa ke panggung pesakitan untuk melanjutkan hukuman cambuknya. Hingga cambukan kelima belas, Linda mengerang kesakitan dan kembali tumbang. Kemudian tim dokter kembali membawanya turun guna diperiksa, alhasil proses hukuman cambuk Linda yang tersisa 11 lagi harus dihentikan karena kondisinya menurun.

Linda menangis saat dicambuk algojo. Ia dihukum cambuk karena melanggar syariat islam (Ihktilat). (HARIANACEH.co.id/Eko Deni Saputra)

“Nanti kita koordinasi dengan Jaksa dulu, karena meskipun dia tidak bisa dilanjutkan, kita tidak bisa menahan lagi. Jadi kalau tidak bisa dilanjutkan, dia akan bebas,” kata Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh, Yusnardi, Kamis (2/2/2017).

Sementara itu, dr Mila selaku penanggung jawab kesehatan terpidana hukuman cambuk mengatakan sebelum dicambuk tekanan darah Linda masih normal, yaitu 120. Namun, terakhir setelah dicambuk tensi darah Linda menjadi 60.

“Hukuman cambuk tidak bisa dilanjutkan kembali karena kondisi psikisnya syok,” ujarnya.

Pelaku Ikhtilat, Safrudin saat dicambuk algojo. Ia dihukum cambuk sebanyak 27 kali, karena melanggar syariat islam (Ihktilat). (HARIANACEH.co.id/Eko Deni Saputra)

Sementara itu, selain Linda, juga dicambuk Safrudin (27) warga Peuniti, Banda Aceh dicambuk sebanyak 27 kali. Lalu Humaidi (19) dicambuk sebanyak 26 kali dan satu terhukum atas nama Epi (28) warga Lhokseumawe tidak dicambuk karena sedang hamil. []

Beri Komentar
Loading...

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. TerimaSelengkapnya