HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Dua Korban Tembakan di Aceh Timur Berhasil di Operasi

Petugas medis membawa Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Nasional Aceh (PNA) Kabupaten Aceh Timur Juman (51) untuk mendapatkan perawatan akibat luka tembak di RSU Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Minggu (5/3). Menurut Ketua PNA Aceh Irwansyah, Ketua Bapilu PNA Aceh Timur mengalami luka pada leher dan kader PNA Misno (35) terluka pada bagian perut akibat ditembak Orang Tak Dikenal (OTK) pada pukul 02.30 WIB dan kedua korban merupakan timses salah satu pasangan calon Bupati serta Cagub pada pilkada serentak lalu. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra.
49

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Dua korban tembakan oleh pria bersenjata di Aceh Timur pada hari minggu 5 maret 2017, siang kemarin, berhasil dioperasi oleh pihak Rumah Sakit Umum Zainal Abidin RSUZA) malamnya.

Korban pertama, Jumadi (51) warga Dusun Simpang Tiga, ditembak oleh OTK bersenjata pada pukul tiga siang saat tidur dirumah. Alhasil sang korban tertembak dibagian lehernya.

Sementara, korban kedua Misno (35), yang juga berasal dari Dusun Simpang Tiga, Azharuddin mengatakan luka tembakan berada di bagian perut.

“Kami sudah tangani dan operasi dua korban. Saat ini sedang dirawat dalam kondisi stabil dan baik. Mudah-mudahan kita bisa memberikan perawatan yang terbaik untuk korban,” kata Wakil Direktur Pelayanan RSUZA Dr. dr. Azharuddin, Sp.OT, K-Spine, Senin (06/03/2016).

Azharuddin melanjutkan, dalam dua hari atau tiga hari kedepan, dua korban tembakan tersebut akan dipindahkan dari ruang High Care Unit (HCU).

“Mungkin dua atau tiga hari kedepan pasien akan kita pindahkan ke ruang biasa jika masa penyembuhan operasinya sudah membaik,” sambungnya.

Kemudian, Azharuddin mengatakan, ada hal yang perlu diketahui media tentang pecahan proyektil dari peluru yang bersarang dileher korban. Ia menjelaskan ada yang selalu mengkaitkan berjumlah seratus proyektil dileher korban tembakan tersebut. Dari hasil operasi, tidak ada seratus proyektil yang dikeluarkan sesuai dari pernyataan.

“Prinsip dari penanganan luka tembak atau ledakan, tidak wajib diambil proyektil tersebut kecuali itu membahayakan nyawa korban atau proyektil tersebut masuk kedalam pembuluh darah besar dan mengancam suatu sistem,” himbaunya Azharuddin. []

 

Editor: Eko Densa

Komentar
Sedang Loading...
Memuat