HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Parah! Polusi Udara Sudah Tewaskan 1,7 Juta Anak di Dunia

15

HARIANACEH.co.id – Penyebab kematian anak balita paling banyak disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat atau pencemaran air, udara, dan kurangnya kebersihan yang memadai. Bahkan, angka kematiannya sampai 1,7 juta anak per tahun.

Data dari the World Health Organization (WHO) menyatakan, lingkungan tidak sehat dan tercemar tersebut dapat menyebabkan kasus fatal seperti diare, malaria dan radang paru-paru.

“Lingkungan yang tercemar sangat mematikan terutama untuk anak-anak,” kata Margaret Chan, Direktur Jenderal WHO dilansir Reuters, Senin (6/3/2017).

Lebih lanjut, paparan polusi itu bisa dimulai di dalam rahim. Hal itu kemudian berlanjutkan jika bayi dan balita kembali terpapar polusi udara dalam ruangan dan luar ruangan.

Baca Juga

Hal ini meningkatkan risiko terkena pneumonia dan penyakit pernapasan kronis seperti asma. Polusi udara juga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan kanker.

Dalam laporan WHO juga menyebutkan, air bersih yang terkena asap dari bahan bakar seperti batu bara atau kotoran kemudian dimasak untuk anak-anak berisiko lebih tinggi dari diare dan pneumonia.

Anak-anak juga terkena bahan kimia berbahaya melalui makanan, air, udara dan produk di sekitarnya dapat terpapar penyakit langka.

Maria Neira, ahli WHO khusus kesehatan masyarakat, mendesak pemerintah untuk berbuat lebih banyak tempat yang aman untuk anak-anak.

“Investasi dalam penghapusan risiko lingkungan terhadap kesehatan, seperti peningkatan kualitas air atau menggunakan bahan bakar bersih, akan menghasilkan manfaat kesehatan yang besar,” pungkasnya.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time