HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Awas! Jangan Sampai Anda Meremehkan Sakit Kepala

Ilustrasi sakit kepala
24

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Sakit kepala merupakan penyakit yang paling umum. Setiap orang kemungkinan besar pernah mengalaminya. Maka itu, banyak dari kita mengabaikan atau menganggap remeh penyakit tersebut. Kalaupun sudah mengganggu aktivitas, orang biasanya hanya menggunakan ‘obat warung’ untuk mengatasinya.

Menurut Dr. Yoewswar A Darisan, Sp.S, Spesialis Bedah Saraf dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bogor, sebaiknya kita jangan meremehkan sakit kepala. Sebab, penyakit ini banyak jenisnya. Selain itu, penyebab terjadinya sakit kepala juga beragam. “Bahkan bisa jadi, sakit kepala merupakan tanda awal dari penyakit serius yang harus segera mendapat perhatian dan penanganan tenaga medis,” tegasnya.

Yoeswar menjabarkan, jenis sakit kepala yang pertama dan paling umum dialami manusia adalah sakit kepala yang diakibatkan oleh stres dan depresi. Hal ini membuat sistem saraf di sekitar otot leher, kulit kepala, bahu, dan rahang menjadi tegang. “Sakit kepala jenis ini juga bisa terjadi karena penderita terlalu memforsir atau memaksakan diri dalam bekerja, kurang tidur, atau makan dan minum minuman yang mengandung alkohol,” jelasnya.

Kedua, lanjut Yoeswar, adalah sakit kepala sebelah atau migrain. Belum diketahui secara pasti penyebab timbulnya penyakit ini. Namun, beberapa faktor seperti hormon, berat badan, genetik, konsumsi makanan dan minuman, tingkat kecemasan, serta perubahan sementara pada zat kimia, jaringan saraf otak, dan pembuluh darah diduga berperan menjadi penyebabnya.

Jenis sakit kepala lainnya adalah sakit kepala tipe cluster (sekitar mata) dan sakit kepala di sinus (pipi dan dahi). “Sakit kepala ini disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah dari lifesyle atau gaya hidup yang tidak sehat. Namun jika nyeri dari sakit kepala jenis ini dirasakan terus menerus dan sakitnya berlebihan, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Soalnya, bisa saja sakit itu disebabkan oleh adanya infkesi atau tumor di bagian kepala,” tandas Yoeswar.[]

Komentar
Sedang Loading...
Memuat