HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Terkait Ahok Hadiri Maulid, FOBA Minta Maaf

10

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Terkait kehadiran Gubernur DKI, Jakarta Basuki Tjahya Purnama alias Ahok pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Asrama FOBA (Asrama Mahasiswa Aceh Jakarta), Minggu (5/03), panitia palaksana Maulid dan pengurus Asrama FOBA Jakarta meminta maaf dan sekaligus lakukan klarifikasi kepada rakyat Aceh.

Klarifikasi dan permintaan maaf Asrama FOBA tersebut disampaikan oleh ketua panitia, Tgk.Bustanul Ariffin dalam press realease yang di terima HARIANACEH.co.id. Ia mengatakan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW merupakan agenda rutin tiap tahun pengurus asrama Foba di Jakarta yang turut mengundang seluruh elemen, baik tokoh tokoh di Jakarta dan Aceh, pejabat pemerintahan dalam wilayah DKI Jakarta maupun sejumlah organisasi kemasyarakatan, instansi militer/sipil dan rekan media.

“Peringatan Maulid ini bersifat undangan terbuka bagi masyarakat Aceh yang berdomisili di Jabotabek maupun yang sedang di Jakarta. Maka tamu yang datang dari berbagai kalangan tak dapat dihindari dalam rangka memeriahkan peringatan maulid. Bila ada yang menunggangi kegiatan mulia ini untuk aktivitas kampanye politik dalam konstelasi pilkada DKI Jakarta yang kian ‘panas’ adalah sangat keji dan di luar koordinasi maupun tanggung jawab panitia/pengurus,” ujarnya.

Bustanul juga menambahkan, kami menyesalkan adanya pernyataan sepihak yang mengatasnamakan forum tertentu tanpa mengkonfirmasi kejadian sebenarnya dan langsung menghakimi bahkan mengutuk panitia/pengurus FOBA. “Pernyataan tersebut sangat merugikan kami, dan juga mempengaruhi psikologis teman-teman FOBA yang gigih secara swadaya dan kerja keras mensukseskan peringatan maulid,” kata Bustanul.

Namun, lanjutnya, kami berusaha dan sangat berhati-hati untuk mengeluarkan pernyataan demi menjaga ukhwah sesama muslim terutama masyarakat Aceh. “Kami akan membentuk tim dalam rangka evaluasi atas serangkaian kegiatan, termasuk mengusut tuntas bila ada oknum atau aktor ‘penunggang’ dengan tindakan tegas yang telah memicu keresahan serta image negatif FOBA,” tegasnya.

Walaupun demikian, lanjutnya, secara jiwa besar dan hati yang tulus melalui pernyataan ini kami menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Aceh, dan kaum muslimin atas berbagai respon dan merasa tercederai nurani keimanannya dengan kehadiran Ahok yang tersangkut kasus penistaan agama.

Dia juga berharapa, dengan adanya permintaan maaf resmi dari Asrama FOBA, agar semua pihak dapat menahan diri, berpikir lebih dewasa, bijaksana dan mengakhiri berbagai polemik atas kasus diatas. “FOBA adalah wadah tinggal, belajar serta berkumpul mahasiswa yang punya cita cita luhur mencintai Islam dan Aceh, serta bukan kendaraan politik siapapun dan tak terlibat dalam aktivitas politik praktis. Peringatan Maulid justru sebagai bentuk dan upaya kami terus belajar menjaga dan menjunjung nilai-nilai ketauladan Rasulullah, seperti tradisi indatu dan kebanggaan bangsa Aceh dari berabad-abad lamanya.” pungkas Bustanul.

Surat klarifikasi dan pernyataan permintaan maaf itu di tanda tangani oleh Ketua Panitia Maulid, Tgk.Bustanul Ariffin, Sekretaris Panitia,  Ilham Al Razi, S.E. M.M dan Ketua Umum FOBA, Tgk.Muhammad Ikhsan, S.T. []

loading...