HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

BI dan Bank Korea Perpanjang Kerjasama BCSA

23

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH — Bank Indonesia (BI) dan Bank of Korea menandatangani perpanjangan perjanjian kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) senilai KEW10,7 triliun atau Rp115 triliun. BCSA dengan Korea pertama kali dilakukan pada Maret 2015 untuk masa tiga tahun.

Penandatanganan itu dilakukan oleh Gubernur BI Agus Martowardojo dan Gubernur Bank of Korea Joyeol Lee. Agus mengatakan perpanjangan ini nantinya akan membuat pengembangan ekonomi dari kedua negara akan semakin baik terutama untuk sisi perdagangan dan investasi yang lebih berkembang karena didukung oleh pembiayaan menggunakan local currency.

“Hal ini sejalan untuk diversifikasi mata uang yang digunakan dalam pengembangan ekonomi kedua negara. Jadi kami sambut baik kesepakatan Indonesia dengan Korea ini,” kata Agus, ketika ditemui di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, Senin malam 6 Maret 2017.

Agus menyatakan, pihaknya terus mengupayakan kerja sama mata uang dengan negara-negara lain yang sebelumnya juga pernah dilakukan BCSA dengan Tiongkok, Jepang, dan Australia. Kerja sama ini diharapkan bisa memberi keuntungan bagi masing-masing pihak.

Fasilitas dengan Tiongkok itu fasilitasnya bukan hanya meliputi untuk dukung perdagangan tetapi juga berjaga-jaga kalau terjadi krisis sehingga ini jadi suatu produk lebih besar lagi,” tutur dia.

Saat ini, lanjutnya, perluasan terus dilakukan dan BI tengah menindaklanjuti kegiatan serupa dengan para mitra dagang Indonesia. Seperti local currency settlement Indonesia dengan Malaysia dan Thailand yang diharapkan bisa diimplementasikan pada semester II-2017.

Lebih jauh, mantan Menteri Keuangan ini menambahkan, perjanjian local currency akan menciptakan perdagangan yang lebih efisien. Selain itu, untuk mengurangi ketergantungan pada USD. Sehingga apabila ada tekanan, baik mata uang Indonesia maupun Korea tidak terlalu bergejolak terlalu dalam.

“Artinya (kalau sebelumnya) dari rupiah ke USD dan dari USD ke Thailand Bath atau ke Malaysia Ringgit, sekarang langsung cross rate dari Thailand Bath atau Malaysia Ringgit ini jadi struktur biaya yang lebih baik,” jelas dia[]

Komentar
Sedang Loading...
Memuat