HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Awal 2017, Angka Ekspor Toyota Meningkat

3

HARIANACEH.co.id — Kemudian kontributor ekspor ditunjang juga oleh 2.500 unit, disusul Kijang Innova sebanyak 1.100 unit. Sedangkan Sienta memberikan kontribusi sebesar 600 unit, dan model Yaris, Avanza, Rush, TownAce, serta Agya menyumbang kontribusi 6.200 unit.

“Kami berharap performa positif ekspor awal tahun ini dapat terus dipertahankan sehingga target peningkatan ekspor sebesar 10 persen pada 2017 dapat kami capai. Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan daya saing global produk kami agar dapat diterima di semakin banyak negara tujuan,” ujar Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, melalui keterangan resminya.

Jika diakumulasi sejak 1987, Toyota telah mengirimkan 1.065.100 unit kendaraan utuh. Kesemua produk Toyota Indonesia sudah di kirim ke-80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, dan Timur Tengah.

Toyota Indonesia juga mengekspor kendaraan setengah jadi atau Completely Knocked Down (CKD), komponen kendaraan, alat bantu produksi di proses pengepresan (dies), alat bantu produksi di proses pengelasan (jigs), serta mesin bensin dan ethanol utuh tipe TR yang digunakan untuk seri kendaraan IMV seperti Fortuner dan Kijang Innova, dan tipe NR untuk seri kendaraan penumpang seperti Vios, Yaris dan Sienta.

Sepanjang Januari 2017, Toyota telah mengekspor lebih dari 3.500 unit CKD dan lebih dari 8 juta buah komponen.  Mesin utuh tipe TR berbahan bakar bensin diekspor sebanyak 2.400 unit dan mesin utuh tipe TR berbahan bakar ethanol diekspor sebanyak lebih dari 700 unit. Sedangkan untuk mesin utuh tipe NR berbahan bakar bensin diekspor sebanyak 6.700 unit dan mesin utuh tipe NR berbahan bakar ethanol dieskpor sebanyak 350 unit.

Toyota pun berencana untuk terus meningkatkan angka ekspor, terlebih sesuai dengan tujuan pemerintah yang ingin meningkatkan ekspor. Pabrikan dengan merek asal Jepang ini menjalankan berbagai strategi seperti pendalaman industri otomotif terutama industri komponen lokal, pembaruan serta perbaikan secara terus menerus pada kegiatan logistik di Toyota, serta pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Kemudian Toyota juga akan berkolaborasi dengan pemasok guna menjaga kualitas produk. Langkah ini perlu dilakukan karena dalam industri otomotif, 70 persen komponen berasal dari pemasok dan 30 persen diproduksi mandiri.

“Dengan semakin berkembangnya kualitas produksi dari rantai pemasok, Toyota berharap peningkatan ekspor akan terus terjadi bukan hanya dalam bentuk kendaraan utuh melainkan juga dalam bentuk mesin dan komponen kendaraan,” ucap Direktur Senior TMMIN, Edward Otto Kanter, di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Rabu (8/3/2017).

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time