HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Direksi RSUZA Ubah Kebijakan di Tengah Jalan Terkait Rekrutmen Tenaga Kontrak

4

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Jajaran Direksi Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) dan panitia seleksi rekruitmen tenaga kontrak merubah kebijakan di tengah jalan atas proses merekrut tenaga kontrak untuk rumah sakit pemerintah Aceh tersebut.

Hal ini terungkap ketika awak media menanyakan langsung kepada Direktur RSUZA, dr.Fachrul Jamal di depan ketua dan anggota Komisi VI DPR Aceh dalam konferensi pers di ruang rapat Komisi VI DPR Aceh, Rabu 8 Maret 2017.

“Kami rubah kebijakan di tengah jalan dikarenakan kuota penerimaan pada dasarnya hanya dibutuhkan 500 orang dan dengan kebijakan internal kami, kami menambahkan 200 orang lagi untuk cadangan,” katanya.

Pada awalnya, lanjutnya, yang mendaftar tenaga kontrak 14.00 lebih dan dari jumlah tersebut yang lulus seleksi administrasi dan kemampuan dasar hanya 2000 orang, namun ketika dilakukan tes psikotes oleh tim dari Fakultas Psikologi Universitas Syiah Kuala, dari 2000 orang yang ikut test, yang lulus hanya 1 orang.

“Bayangkan, dari 2000 orang yang ikut psikotes, hanya 1 orang yang lulus dengan sistem penilaian 5 (lebih bagus), 4 (bagus) dan 1 (jelek),” jelasnya.

Nah, dengan melihat hasil psikotes, lanjutnya, kami bersama tim penguji melakukan rapat internal agar menurunkan standar grade penilaian dari awalnya 5 dan 4 menjadi 3 dan 2 kelayakan lulus untuk psikotes.

“Setelah kami terima hasil tes tersebut, memutuskan awalnya hanya meluluskan 500 orang, namun dengan kebijakan saya bahwa perlu adanya lulusan cadangan, maka dari itu saya menambhakan kuota 200 orang lagi untuk diposisikan sebagai lulusan cadangan,” urainya.

Namun, terkait berita adanya lulusan ‘siluman’, dr Fachrul menjelaskan, timbulnya kebijakan penambahan 40 orang lulusan itu adalah kebijakan kami.

“Setelah di konfirmasi ke tim psikotes dan direkomendasikan layak lulus, namun karena kuota sudah full 700 orang, dengan itu kami ambil kebijakan di tengah jalan untuk menambah kuato 40 orang lagi dan yang kami luluskan mereka adalah  tenaga bakti di internal rumah sakit RSUZA  dan dengan begitu mereka bisa ikut proses seleksi selanjutnya dan tidak kami umumkan lagi di website,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, konsep awal adanya proses rekruitmen tenaga kontrak dikarenakan kita ingin memberikan legalitas untuk tenaga bakti di rumah sakit Zainal Abidin dan sudah disampaiakn ke publik.

“Tenaga kontrak yang direkrut diprioritaskan adalah orang-orang yang berpengalaman dibidangnya dan ini kami khususkan untuk tenaga bakti yang sudah lama mengabdi di RSUZA, ” pungkasnya. []

 

Editor: Eko Densa

loading...