HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kenapa Dosa Paling Rumit adalah Dosa Antar Sesama Manusia?

Khazanah Islam

12

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Dalam menjalani hidup sehari-hari, manusia terkadang tidak dapat lepas dari kesalahan atau dalam Islam disebut istilah dosa. Baik kesalahan atau dosa itu dilakukan secara sengaja ataupun tidak sengaja.

Tentang orang yang terlanjur berbuat salah dan dosa, Imam Attaillah Askandary dalam Al-Hikam mengajarkan, jika kita terlanjur berbuat dosa, janganlah dijadikan alasan untuk berputus asa dalam menggapai Istiqomah di jalan Allah.

Hal itu dikarenakan, menurut Ibn Attaillah, bukan tidak mungkin dosa kita tersebut adalah justru dosa terakhir yang ditakdirkan kepada kita. Dengan kata lain, keputusasaan mencari maaf dan taubat akan berpengaruh pada diri sang pemilik kesalahan atau dosa.

Sementara itu, seorang tokoh sufi AI-Ghazali (lahir di Thus 450 H/1058 H) atau yang lebih dikenal dengan Imam Al-Ghazali menguraikan ada 3 macam dosa.

Dua dosa dinisbatkan hubungannya kepada manusia dan Allah, sementara satu lainnya merupakan hubungan antar manusia.

Pertama, dosa dengan meninggalkan pekerjaan yang diwajibkan Allah Swt, misalkan meninggalkan salat. Artinya, dosa tersebut berhubungan langsung manusia dengan Allah Swt. Dosa itu muncul karena seorang muslim yang enggan mengerjakan apa yang diperintahkan dalam ajaran Islam.

Kedua, dosa antara manusia dan Allah, seperti minum minuman keras. riba dan tertalu asyik dengan masalah dunia sehingga menerjang aturan-aturan Allah Swt.

Dua dosa ini menurut Al-Ghazali dapat dihapus atau ditutup dengan taubat.

Ketiga, dosa antar manusia, antara lain menyangkut urusan harta benda, urusan diri, urusan perasaan, urusan kehormatan, dan urusan agama.

Dosa jenis ketiga inilah yang justru paling rumit, sebab Allah Swt tidak akan mengampuni kita sebelum manusia yang bersangkutan memaafkannya.

Quraish Shihab dalam bukunya “Membumikan Alquran” menjelaskan, kata maaf berasal dari bahasa Alquran Al-Afwu yang berarti “menghapus”. Hal itu dikarenakan mereka yang memaafkan adalah orang yang menghapus bekas-bekas luka di hatinya.

Menurutnya, bukanlah memaafkan namanya, apabila masih ada tersisa bekas luka itu di dalam hati, bila masih ada dendam yang membara.

Boleh jadi, ketika itu apa yang dilakukan masih dalam tahap “masih menahan amarah”.

(Berbagai sumber)

Mudahnya Berbagi Traffic:

Buat kamu yang gemar menulis tema-tema Islam di blog atau website, kirimkan link tulisan kamu ke email redaksi[at] harianaceh.co.id untuk dipublikasikan. Tulisan yang menarik akan kami bantu sebarkan di media sosial milik harianaceh.co.id.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time