HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pelaku Cabul di Aceh Besar Dicambuk 112 Kali, Zina 99 Kali, Judi 7 Kali

Hukum Cambuk

7

HARIANACEH.co.id, JANTHO – Pelaku pencabulan, Darmawan (41) dihukum cambuk sebanyak 112 kali karena melakukan tindakan asusila kepada tiga orang anak laki-laki pada tahun 2016 lalu. Proses hukuman cambuk dilaksanakan di halaman Masjid Agung Almunawwarah Kota Jantho, Aceh Besar, Jumat (10/3/2017).

Pantauan HARIANACEH.co.id, Proses pecambukan pelaku sempat membuat masyarakat heboh. Pasalnya, pelaku sempat menyatakan menyerah pada cambukan ke-80. Alhasil Darmawan terpaksa dibawa turun untuk dilihat kondisi kesehatannya oleh tim dokter.

Tidak lama kemudian, pria yang ditangkap pada 27 Juli 2016 oleh anggota Polsek Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar itu ditampilkan kembali ke atas panggung oleh petugas polisi syariat untuk dilanjutkan sisa hukuman cambuknya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus tersebut, Aziz, mengatakan, Darmawan terbukti melakukan jarimah pelecehan seksual terhadap anak sehingga dijerat dengan pasal 47 Qanun nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayah. Dalam persidangan, JPU menuntut hukuman 120 kali cambuk dan putusan hakim sama dengan tuntutan jaksa.

“Diputus 120 kali tapi karena sudah mendekam di penjara sekitar delapan bulan, makanya dikurangi delapan kali cambuk. Jadinya hari ini terpidana dicambuk 112 kali,” kata Aziz.

Pelaku Ikhtilath
Pelaku ikhtilath (zina) dicambuk sebanyak 94 kali. Foto: HAI/Eko Deni Saputra

Kemudian, selain pelaku pencabulan, di lokasi yang sama juga dihukum sepasang remaja yang kedapatan mesum di sebuah rumah di Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar pada 8 Oktober 2016. Keduanya dikenakan qanun jinayat pssal 23 tentang melakukan khalwat dan pasal 25 tenting ikhtilath (zina) dengan hukuman cambuk sebanyak 100 kali.

Terhukum, Cici Nanda Julia (18) di eksekusi algojo dengan 99 kali cambukan setelah dikurangi masa tahanan. Sedangkan Kekasihnya, Raidi Afrizal (25) dicambuk 94 kali setelah dikurangi masa tahanan. Keduanya dihukum karena mengaku dan bersumpah telah melakukan zina di depan majelis hakim.

Selanjutnya, tiga pelaku pejudian juga ikut ambil bagian. Dari ketiga terpidana, dua di antaranya merupakan warga non-muslim.

Mereka ditangkap pada 1 Januari lalu saat tengah berjudi sabung ayam di sebuah kebun di Kecamatan Montasik Aceh Besar. Ketiganya divonis tengan 10 kali cambuk.

“Mereka (non-muslim) diberi pilihan. Tapi keduanya menundukkan diri ke ketentuan Qanun Jinayah,” ungkap Aziz.

Pelaku Pejudian
Warga non muslim dihukum cambuk karena melakukan pejudian. Foto: HAI/Eko Deni Saputra

Ketiga terpidana judi sabung ini adalah Alem (57) beragama Buddha asal Banda Aceh dan dicambuk sebanyak sembilan kali, Amel (60) beragama Buddha asal Banda Aceh dan dicambuk sebanyak tujuh kali dan Mukhlis (35) warga Aceh Besar dihukum tujuh kali cambuk.[]

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time