HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Praktek Aplikasi Pupuk Hayati

PT. Ambagiri Nusantara Aceh Bina Para Petani Peukan Bada

12

HARIANACEH.co.id, PEUKAN BADA – PT. Ambagiri Nusantara Cabang  Aceh melakukan kegiatan pembinaan pada petani di Desa Beuraden Kecamatan Peukan Bada Aceh Besar, selama tiga bulan sejak tanggal 23 Februari  2017 mulai dari olah tanah hingga panen.

Kegiatan yang dilakukan ini merupakan praktek penanaman dan perawatan tanaman Bawang Merah dengan menggunakan aplikasi pupuk cair Octabacter.

HARIANACEH.co.id berkesempatan hadir di lapangan, tahapan aplikasi yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Pengolahan tanah dengan pemberian pupuk kompos padat dan cair hasil aplikatif dari aplikasi pupuk hayati, yaitu dengan cara ; olah lahan dan pemberian kompos padat sebagian serta olah lahan dan pemberian kompos cair sebagian .
  2. Pemasangan mulsa
  3. Penanaman
  4. Pembuatan pupuk cor dan fermentasi selama lebih kurang seminggu
  5. Perawatan tanaman, yaitu;
    • Seminggu setelah tanam semprot POC Octabacter pupuk hayati
    • Tiga hari setelah jadwal penyemprotan POC dilakukan pengecoran tanaman menggunakan hasil fermentasi yang telah dibuat sebelumnya.
    • Jadwal aplikasi pengecoran pada tanggal 8 Maret 2017 dilakukan pada saat tanaman berumur 13 hari.

Gunawan Hadi Wibisono selaku Direktur PT.Ambagiri Nusantara Cabang Aceh menyatakan kepada HARIANACEH.co.id, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan contoh aplikasi secara tepat guna dan tepat manfaat dari pupuk hayati Octabacter agar fungsi dan manfaatnya tercapai (baca:  hasil panen optimal dengan biaya lebih murah). Kegiatan ini juga melibatkan Penyuluh BPP Peukan Bada.

Beberapa kebutuhan penanaman ini difasilitasi secara gratis oleh PT. Ambagiri Nusantara Aceh,  antara lain pupuk hayati Octabacter dan bibit tanaman sebanyak 100kg untuk luas areal 1000 m2.

Sementara itu Mirahandayani, S.St, Penyuluh BPP Kecamatan Peukan Bada menyatakan bahwa pembinaan ini sangat membantu petani setempat. Adapun hasil yang ditunjukkan secara nyata dalam kegiatan ini menurut Mira ialah, dari segi benih hasil penangkaran petani, yaitu varietas Bima Brebes yang pada umumnya diragukan tingkat kesuburannya, justru daya kecambah (baca:  viabilitasnya rendah), maka dengan menggunakan aplikasi ini menunjukkan hasil yang sangat baik, di mana pada usia tanam Bawang 5 hari telah menunjukkan pertumbuhan setinggi 15 cm dan yang berusia tanam 13 hari menunjukkan tinggi 30 cm.

“Pembinaan ini sangat membantu petani setempat,” jelasnya.

Sementara itu optimalisasi penggunaan pupuk organik dan meminimalisir penggunaan pupuk kimia (annorganik), namun untuk meningkatkan hasil panen secara kuantitas maupun kualitas.

Harapan penyuluh agar kedepannya para petani dapat menerapkan aplikasi ini untuk selanjutnya karena hasil yang akan diraih akan lebih baik dan memberikan kualitas panen yang baik karen keberhasilan aplikasi ini telah teruji dan terbukti dan telah diuji sebelumnya.

Usia Tanaman Bawang 14 hari dengan menggunakan aplikasi pupuk hayati Octabacter
Usia Tanaman Bawang 14 hari dengan menggunakan aplikasi pupuk hayati Octabacter, Rabu (9/3/2017). (HARIANACEH.co.id/Monalisa)
Usia Tanaman Bawang 14 hari dengan menggunakan aplikasi pupuk hayati Octabacter
Usia Tanaman Bawang 14 hari dengan menggunakan aplikasi pupuk hayati Octabacter, Rabu (9/3/2017). (HARIANACEH.co.id/Monalisa)

Editor: ipuL Hayat

loading...