HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Ternyata Matematika Bisa Digunakan pada Operasi Kanker

Tahukah Anda?

10

HARIANACEH.co.id – Prof I Wayan Mangku, M.Sc, Guru Besar Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB, mengenalkan matematika agar dapat dimanfaatkan untuk kemajuan IPTEK.

Hal ini ia jabarkan dalam orasi ilmiah guru besar IPB yang berjudul “Pemodelan Stokastik untuk Memacu Kemajuan IPTEK.

“Model stokastik merupakan bagian dari model matematika yang menggunakan konsep-konsep peluang yang dibangun berdasarkan fungsi dan barisan peubah acak,” kata Wayan di Bogor, Kamis (9/3).

Ia menyebutkan, pemodelan stokastik pada pelajaran matematika bisa digunakan untuk ilmu medis, komunikasi, hidrologi, meteorologi, aktuaria dan seismologi.

Ia lantas menjelaskan peran matematika dalam pengoperasian Kanker Payudara.

Tahun 1992 ia bekerjasama dengan Dr S Ganeshanandam dari Curtin University of technology, Western Australia, untuk memberikan solusi terhadap kekhawatiran pasien penderita kankerpayudara.

Kolaborasi tersebut berhasil membuat suatu metode yang dapat digunakan untuk menduga peluang kesalahan klasifikasi oleh ‘location model Krzanowski’ dengan menggunakan teknik ‘balanced boostrap’.

Pria asal Bali ini menyebutkan, pada tahun 1975, Prof Krzanowski dari University of Reading, Inggris yang menerbitkan fungsi diskriminan yang peubahnya terdiri atas campuran antara peubah biner dan normal, yang disebut ‘location model for discriminant and classification‘.

Model tersebut kemudian digunakan dalam teknologi kedokteran untuk menentukan apakah seseorang yang terdeteksi mengidap kanker payudara, harus dioperasi atau hanya dengan pengobatan saja.

Lulusan S2 Australia jurusan Applied Mathematics dan S3 jurusan Mathematics di Netherlands ini memaparkan, kemajuan IPTEK tidak akan pernah luput dari matematika. Setiap jejak kehidupan manusia akan hilang kecuali jika ia mampu memberikan kenangan yang akan terukir oleh sejarah.

Selanjutnya, ia bercerita tentang Einstein,”Ketika Einstein ditawari menjadi Presiden pada tahun 1952, namun ia menolak tawaran tersebut seraya berkata “Rumus matematika dan fisika lebih menarik buatku daripada politik dan menjadi presiden. Politik adalah kehidupan sekarang dan jangka pendek, sedangkan rumus adalah sesuatu yang abadi,” kata Wayan.[arah]

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time