HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sejak 2016 Sakit Stroke

Anggota Fraksi Partai Demokrat Banda Aceh Jenguk Istri Almarhum Mawardi Nurdin

Anggota fraksi partai Demkorat Kota Banda Aceh bersama Ibu Tititk Mawardi Nurdin (kuning) dan keluarga. Foto: HAI/Eko Deni Saputra
39

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Sejumlah Anggota Fraksi Partai Demokrat Kota Banda Aceh, Jumat (10/3/2017) sore, menjenguk istri mantan Wali Kota Banda Aceh, Almarhum (Alm) Mawardi Nurdin, Nurshanti Adnan, yang sedang mengalami stroke di kediamannya, Jl. Sudirman VIII No. 2, Geuce Ineum, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh.

Maksud dari kedatangan mereka guna menjalin silaturahmi yang sempat putus pasca meninggalnya putra terbaik Aceh, Mawardi Nurdin, yang sebagaimana merupakan tokoh partai Demokrat Aceh.

Sebelumnya, ketua DPD Demokrat Nova Iriansyah sudah duluan mengunjungi istri Alm pada 27 Februari 2017.

“Pasca meninggal almarhum, kami selaku murid memohon maaf sebesar-besarnya karena baru kali ini dapat bersilaturahmi kembali. Kami diarahkan Pak Nova (Wakil Gubernur Aceh terpilih periode 2017-2022, Red) untuk selalu bisa dekat dengan keluarga almarhum. Kami tidak pernah punya kepikiran menjauh kepada keluarga almarhum. Beliau merupakan guru kami dan panutan kami,” ujar Arif yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh.

Anggota fraksi partai Demkorat Kota Banda Aceh bersama Ibu Tititk Mawardi Nurdin (kuning) dan keluarga. Foto: HAI/Eko Deni Saputra

Suasana silaturahmi yang penuh haru itu membuat beberapa tamu yang hadir mengeluarkan air mata. Nurshanti yang sering disapa Ibu Titik itu hanya bisa menampilkan espresi wajah sedih dan sesekali melemparkan senyum kepada para sahabatnya itu.

Sakit Stroke yang dialami sejak Juni 2016 silam membuat dirinya tak dapat berbicara. Amatan HARIANACEH.co.id, beliau hanya mampu menggerakan sebelah tangan, tidak bisa berjalan lama dan berkomunikasi melalui mimik wajah.

“Ibu sakitnya sejak Juni 2016 karena jatuh. Saat ini masih menjalani pengobatan melalui terapi. Namun, Alhamdulillah progres kondisi ibu sudah jauh lebih baik,” ujar putra kedua Mawardi, Almer Hafis Sandy.

Anggota fraksi partai Demkorat Kota Banda Aceh bersama Ibu Tititk Mawardi Nurdin (kuning) dan keluarga. Foto: HAI/Eko Deni Saputra

 

Mawardi Nurdin Seorang Teknokrat

Mawardi Nurdin merupakan seorang teknokrat. Ia meraih gelar insinyur di Institut Teknologi Bandung (1978). Pada 1990, suami Ir Nurshanti Adnan ini mengambil magister di University of New South Wales (UNSW) Sydney Australia dan meraih gelar Master Engineering (M.Eng).

Beliau menjabat sebagai Walikota Banda Aceh sejak 2007. Pada pemilihan kepala daerah 9 April 2012 lalu, Mawardi yang berduet dengan Illiza Saaduddin Djamal kembali terpilih untuk kedua kalinya. Sebelumnya, Mawardi pernah menjabat sebagai Pj Walikota Banda Aceh selama 2005-2006, setelah Banda Aceh luluh lantak akibat tsunami 2004. Dari jabatan Pj Walikota, ia terlibat dalam proyek pembangunan kembali Aceh pascatsunami. Ia bergabung dengan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias.

Pada 2009, Mawardi Nurdin terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh menggantikan Nova Iriansyah. Ia kembali dipercaya memimpin Demokrat Aceh melalui sebuah Musyawarah Daerah II pada 10 Desember 2011. Ia memimpin periode 2011 hingga 2016. Di pentas nasional, Mawardy pernah menjabat sebagai Exco Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.

Mawardi Nurdin meninggal dunia pada tanggal 8 Februari 2014 karena komplikasi penyakit antara lain gagal ginjal, paru-paru, jantung, dan lainnya yang dideritanya hingga terserang kanker Leukimia.

Foto keluarga

Mawardi meninggalkan seorang istri bernama Nurshanti Adnan dan empat orang anak, yaitu Riza Adrial Sandy, Almer Hafis Sandy , Kevin Ramadhan Sandy, dan Salsabila Charissa Media.

Sampai saat ini, sosok Alm Mawardi dikenang sebagai ‘Bapak Pembangunan” oleh warga Kota Banda Aceh. []

Komentar
Sedang Loading...
Memuat